Jokowi Minta Jangan Perkeruh Suasana soal 1.000 Kematian, IDI: Fokus pada Solusi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 04:30 WIB
Logo IDI
Logo IDI (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) jangan memperkeruh suasana terkait data 1.000 kasus kematian terkait virus Corona baru (COVID-19) yang diungkap. IDI menyebut pihaknya tak bermaksud mempermasalahkan data dari pemerintah.

"Begini, dari IDI sendiri tidak ada maksud untuk mempolemikkan data dari pemerintah, karena data ini kan semua di pemerintah," kata Humas PB IDI, Halik Malik saat dihubungi, Rabu (22/4/2020).

Halik menegaskan bahwa data yang diungkap IDI itu juga merupakan data pemerintah, namun bedanya ada yang diungkap dan yang tidak diungkap. Halik menyebut saat ini sebaiknya semua pihak kembali fokus pada solusi penangan penyebaran wabah Corona di Indonesia.

"Nah itu memang akhirnya menjadi polemik, kita harus kembali fokus pada solusi yang akan diambil dari data yang ada. Jadi concern IDI itu bagaimana kita mendapatkan solusi yang cepat, langkah-langkah yang bisa dilakukan dengan gambaran yang real yang ada di masyarakat di lapangan terkait COVID ini," katanya.

Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengungkap data 1.000 kasus kematian terkait virus corona baru (COVID-19). Jokowi meminta IDI menyampaikan data tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Sekali lagi, data yang kita peroleh itu kan dari daerah, dari kabupaten, kota dan provinsi. Kalau memang ada yang memiliki data itu sampaikan saja ke Gugus Tugas, sampaikan saja ke Menkes. Data yang 1.000 itu ada di mana, terkena COVID atau tidak," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4/2020) malam.

Jokowi mengatakan di tengah pandemi ini seluruh rumah sakit akan melakukan penanganan dengan protap Corona jika memang ada pasien yang memiliki gejala COVID-19. Jokowi pun meminta terkait data kasus kematian yang diungkap IDI disampaikan ke pemerintah.

"Karena sekarang ini, sakit apapun yang ada di rumah sakit, kalau gejalanya itu gejala demam, panas, batuk pasti protokol kesehatannya akan membungkus yang meninggal itu dengan SOP COVID. Kalau itu memang ada data disampaikan saja, apa sih sulitnya, tapi tidak disampaikan ke publik dan justru memperkeruh," ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan lagi agar seluruh pihak tidak memperkeruh suasana. Apalagi, lanjut Jokowi, pemerintah sedang menghadapi masa yang tidak mudah di tengah pandemi.

"Saya kira tidak seperti itu. Posisi sekarang ini bukan posisi yang mudah, jangan memperkeruh suasana dengan hal-hal yang sepertinya mudah untuk.. Sampaikan saja datanya, kalau datanya benar pasti di Kementerian, di Gugus Tugas akan memasukkan itu dalam konsolidasi data yang ada," kata Jokowi.

(fas/fas)