Ketum Muhammadiyah: Kenapa Ngotot Salat Tarawih di Masjid Saat Wabah Meluas?

M Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 11:14 WIB
Haedar Nashir
Haedar Nashir (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta umat Islam untuk bersikap bijak terkait salat Tarawih di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Haedar menyebut situasi saat ini sedang darurat.

"Sehubungan dengan masih adanya sebagian umat yang ingin shalat berjamaah di masjid, termasuk saat Ramadhan tiba. Semestinya umat Islam berpikir dan bertindak dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas lebih-lebih di kala darurat. Jangan semuanya disikapi seolah normal, karena kondisi saat ini darurat," ujar Haedar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2020).

Haedar juga meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan COVID-19. Sebab, kata dia, Amerika Serikat (AS) yang termasuk negara maju saja jumlah warganya yang meninggal dunia akibat Corona relatif tinggi.

"Apa tidak melihat kenyataan betapa dahsyatnya wabah Corona ini, AS sj terbesar korban meninggal. Jangan menyepelekan wabah ini. Kalau Indonesia tidak sebesar AS dan negara lain jumlahnya, justru kita harus tetap waspada dan melakukan pencegahan," ucapnya.

Haedar menegaskan, menghindari kerumunan dengan tidak beribadah di masjid merupakan bentuk ikhtiar agar selamat dari penularan COVID-19. Sebab, dari sisi agama pun diperbolehkan untuk tidak beribadah di masjid apabila ada wabah.

"Ini bukan soal takut atau berani hadapi wabah, tetapi soal ikhtiar yang dari segi agama maupun ilmu dibenarkan untuk usaha mencegah datangnya wabah agar tidak semakin luas," katanya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2