Berita Pekan Ini

Lewat Sepekan, Begini Cerita Dentuman yang Belum Juga Terpecahkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 19 Apr 2020 18:40 WIB
Awan di langit Jakarta (12/12/2017).
Foto: Foto di langit Jakarta (detikcom).
Jakarta -

Misteri dentuman yang didengar oleh warga Jakarta hingga Bogor belum terpecahkan. Spekulasi soal asal suara dentuman tersebut belum menemui penjelasan ilmiahnya. Berikut ini runutan misteri dentuman itu.

Seperti diketahui, dentuman ini mulanya terdengar pada Sabtu (11/4/2020). Dentuman tersebut terdengar pelan dan beberapa kali di Jakarta, Depok sampai Bogor sejak sekitar waktu dinihari. Jamnya pun bervariasi.

Misalnya, di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan sekitar pukul satu dinihari, dentuman terdengar beberapa kali hingga membuat pintu dan jendela bergetar. Suara dentuman ini juga menghebohkan media sosial Twitter. Artis Enzy Storia menulis dirinya mendengar suara dentuman pada sekitar pukul dua dinihari WIB.

Selain itu, dentuman ini juga terdengar Di kawasan Beji, Depok, Jawa Barat, suara dentuman terdengar berkali-kali sekitar pada dinihari. Dentuman pun sampai di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul dua dini hari dan terdengar hampir 10 menit.

Bukan dari Gunung Anak Krakatau dan Gunung Salak

Sempat muncul spekulasi bahwa dentuman tersebut terkait Anak Krakatau yang sedang bererupsi sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) menyatakan dentuman ini tak terkait erupsi Anak Krakatau.

"Bukan (berasal dari Anak Krakatau), karena letusannya dikategorikan miskin akan gas, lebih bersifat aliran," kata Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/4/2020).

Menurut Hendra, tidak terdengar bunyi letusan dari Gunung Anak Krakatau sejak semalam. Letusan Gunung Anak Krakatau ini dinilai Hendra relative kecil.

Bila bukan Gunung Anak Krakatau, spekulasi lain muncul. Bisa saja ini berasal dari Gunung Gede atau Gunung Salak yang dekat dengan Jakarta dan berada di Bogor. Namun, PVMBG menyatakan suara itu bukan juga berasal dari Gunung Salak, juga bukan dari Gunung Gede.

"Gunung Salak dan Gunung Gede statusnya masih normal. Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan," kata Kepala PVMBG, Kasbani.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5