Berita Pekan Ini

Lewat Sepekan, Begini Cerita Dentuman yang Belum Juga Terpecahkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 19 Apr 2020 18:40 WIB
Awan di langit Jakarta (12/12/2017).
Foto: Foto di langit Jakarta (detikcom).

Bukan dari Gempa Bumi, Pesawat Tempur atau Petir

Sementara itu, Vulkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman menganalisis, ada catatan dari luar negeri bahwa dentuman yang membingungkan pernah terjadi tiga kali pada tahun yang berbeda. Tahun 2000 sebelum kolaps kaldera Gunung Miyakejima, Jepang, tahun 2007; dentuman saat kaldera kolaps di Piton de la Fournaise yang terletak di La Reunion Island, Samudra Hindia dekat Madagaskar; dan tahun 2018 di Kepulauan Mayotte, barat Samudra Hindia.

Sumber suara dentuman bisa dari aktivitas kegunungapian berasal dari dapur magma. Saat magma berpindah tempat dari dapur magma yang dalam ke dapur magma yang dangkal, dapur magma yang dalam akan kosong. Kondisi ini bakal diikuti dengan ambruknya dapur magma, dentuman terjadi.

"Namun tentu saja apa yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya perlu dikaji dan dibuktikan lebih jauh apakah fenomena yang sama terjadi," kata Mirzam.

Dugaan lain muncul. Barangkali itu suara dari dalam bumi? Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantahnya. Soalnya, aktivitas lempeng bumi tidak terdeteksi signifikan pada momen itu. Ada memang, gempa relatif kecil, yakni gempa tektonik di Selat Sunda pukul 22.59 WIB Jumat (10/4), dengan magnitudo 2,4 di 70 km arah selatan barat daya dari Gunung Anak Krakatau pada kedalaman 13 km.

"Terkait suara dentuman yang beberapa kali terdengar dan membuat resah masyarakat Jabodetabek, sejak tadi malam hingga pagi hari ini pukul 06.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak terjadi aktivitas gempa tektonik yang kekuatannya signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Provinsi Banten," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya.

Spekulasi berlanjut. Barangkali suara ini dari aktivitas penerbangan, ada yang namanya sonic boom atau dentuman akibat pesawat yang memecah dinding kecepatan suara. Jet-jet tempur tertentu bisa menghasilkan sonic boom. Spekulasi ini juga mentah oleh pihak yang biasa mengoperasikan jet tempur, yakni TNI AU.

"Tidak ada pesawat tempur TNI AU yang beroperasi di Jakarta saat ini. Semuanya berada di pangkalan mereka masing-masing," kata Kasubdispenum Dispenau Kolonel Sus Muhammad Yuris saat dimintai konfirmasi.

Terpantau dari Flightradar 24, hanya ada satu pesawat yang menjauh dari arah Jakarta ke arah lautan utara Karawang Jawa Barat, mulai 10 April 2020 pukul 19.00 UTC atau 11 April pukul 02.00 WIB tadi. Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav) Indonesia menyatakan penerbangan dini hari tadi normal.

Bukan gunung api, bukan aktivitas lempeng bumi, bukan pesawat yang menembus kecepatan suara, lalu dari mana sumber dentuman itu? Barangkali meteor?

"Tidak ada sumber dentuman dari langit atau dari meteor," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.

Suara-suara dari angkasa biasanya terdengar karena petir dan gemuruhnya. Lagi-lagi, dugaan itu terbantahkan.

"Ada yang menduga itu suara petir, tetapi data liputan awan yang dipantau LAPAN semalam tidak ada awan yang potensial menimbulkan petir di wilayah Jabodetabek," tutur Thomas.

Fenomena yang secara umum disebut sebagai 'skyquake' ini masih masih misteri. Namun ada veteran kegunungapian yang berhipotesis bahwa dentuman itu berasal dari Anak Krakatau. Dia adalah Ahli Vulkanologi Surono alias Mbah Rono. Memang, suara tidak secara linear terdengar di semua tempat, ini karena ada perbedaan kondisi di tiap-tiap tempat. Suara bisa terdengar jauh karena Indonesia sedang dalam kondisi sunyi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Gelombang suara kan tergantung pada tekanan dan temperatur udara, bisa yang sifatnya yang memperlemah dan meneruskan begitu saja, bisa seperti itu sehingga daerah lain mendengar dan daerah lain tidak mendengar," ujar Mbah Rono saat dihubungi.

Pernyataan Mbah Rono yang merupakan mantan Kepala PVMBG tersebut bertentangan dengan Kepala Bidang Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan. Mbah Rono bilang sumber dentuman berasal dari Krakatau, Hendra Gunawan tidak demikian. Meski begitu, keduanya tidak saling berbantah secara langsung.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5