Gubernur Koster Keluarkan Seruan Masyarakat Tak Tolak Tempat Karantina PMI

Angga Riza - detikNews
Minggu, 19 Apr 2020 13:17 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster (Angga Riza/detikcom)
Gubernur Bali I Wayan Koster (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Gubernur Bali I Wayan Koster menyeru masyarakat untuk tidak menolak tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Seruan ini dituangkan dalam surat seruan bersama Gubernur Bali, Majelis Desa Adat dan PHDI Bali.

"Kami menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat Bali untuk untuk menerima tempat karantina bagi para PMI tersebut, dengan tidak melakukan gerakan penolakan dengan alasan apa pun juga. Mari kedepankan nilai-nilai kemanusiaan, sikap sopan santun, menyama braya, paraspro, dan membangun kebersamaan dengan rasa suka duka sesama semeton (saudara) Bali sesuai dengan nilai budaya 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali' melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru," kata Koster dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan, Sabtu (18/4/2020).

Koster juga menekankan kepada masyarakat bahwa PMI juga merupakan warga Bali. Mereka adalah penyumbang devisa terbesar Bali dan Indonesia.

"Bahwa PMI yang dikarantina adalah warga Bali yang kembali karena dipulangkan oleh perusahaan di negara tempat mereka bekerja. Mereka adalah penyumbang terbesar devisa bagi Bali dan Indonesia," ujar Koster.

Para PMI yang datang dari bandara maupun dari pelabuhan telah mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan sesuai dengan protokol COVID-19. Yakni pemeriksaan suhu tubuh hingga rapid test.

"Kedatangan para PMI di bandara dan pelabuhan telah mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat meliputi pemeriksaan sertifikat kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, dan rapid test COVID-19 yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19 Provinsi Bali. PMI yang hasil pemeriksaan rapid test-nya positif COVID-19 langsung ditangani oleh Gugus Tugas Provinsi Bali di tempat Karantina Provinsi Bali untuk pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan metode PCR di laboratorium kesehatan RSUP Sanglah, jika pemeriksaan menggunakan PCR hasinya positif, maka dilanjutkan dengan perawatan di rumah sakit," ungkap Koster.

"PMI yang hasil pemeriksaan rapid test-nya negatif COVID-19 langsung dikarantina oleh pemerintah kabupaten/kota di hotel atau fasilitas lain yang telah ditentukan selama 14 hari, sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19 guna menghindari penyebaran COVID-19 di masyarakat," tambah Koster.

(gbr/gbr)