Teken Perpres, Jokowi Bolehkan Ma'ruf Amin Tambah Stafsus Jadi 10 Orang

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 14:23 WIB
Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Maruf Amin
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2020. Dalam Perpres itu, Jokowi membolehkan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menambah staf khusus (Stafsus) sebanyak 2 orang sehingga total 10 orang.

Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 56 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres Nomor 17 Tahun 2012 tentang Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden.

"Staf Khusus Wakil Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari paling banyak 10 (sepuluh) Staf Khusus Wakil Presiden," demikian bunyi Pasal 36 ayat 2 Perpres 56/2020 yang dikutip detikcom, Rabu (15/4/2020).

Dalam Perpres itu disebutkan, Staf Khusus Wakil Presiden melaksanakan tugas tertentu di luar tugas-tugas yang sudah dicakup dalam susunan organisasi kementerian dan instansi pemerintah lainnya yang diberikan oleh Wakil Presiden dalam rangka memberikan supervisi tugas-tugas yang sudah dicakup dalam susunan organisasi Sekretariat Wakil Presiden. Dalam pelaksanaan tugasnya, Staf Khusus Wakil Presiden bertanggung jawab kepada Wakil Presiden.

"Staf Khusus Wakil Presiden secara administratif bertanggung jawab kepada Sekretaris Kabinet," bunyi Pasal 36 ayat 4.

Nah, setiap Stafsus berhak memiliki 2 asisten. Jadi total ada 20 asisten Stafsus. Ditambah Stafsus sendiri, maka total ada 30 orang. Selain itu, khusus Sekretaris Pribadi Wapres, maksimal bisa dibantu 5 orang Pembantu Asisten. Sehingga total ada 35 staf di lingkaran Wapres.

"Dalam hal Pembantu Asisten dijabat oleh orang yang bukan berasal dari Pegawai Negeri, maka kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya setingkat dengan jabatan struktural eselon IIIA. Apabila berhenti atau telah berakhir masa jabatannya, tidak diberikan uang pensiun dan uang pesangon," demikian bunyi Pasal 47A.

Berikut 8 nama Staf Khusus Wapres saat ini:

1. Mohamad Nasir, mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai Staf Khusus Wapres bidang Reformasi Birokrasi
2. Satya Arinanto, staf khusus sejak era Wapres Jusuf Kalla yang akan membidangi masalah hukum
3. Sukriansyah S Latief, mantan staf khusus Kementerian Pertanian sebagai Staf Khusus Wapres bidang Infrastruktur dan Investasi
4. Lukmanul Hakim, Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai Staf Khusus Wapres bidang Ekonomi dan Keuangan
5. Muhammad Imam Aziz, Ketua Harian PBNU sebagai Staf Khusus Wapres bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah, yang akan menangani pemberdayaan masyarakat, masalah kemiskinan, isu-isu HAM
6. Robikin Emhas, Ketua Harian PBNU sebagai Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga
7. Masduki Baidlowi, Staf Khusus bidang Komunikasi dan Informasi
8. Masykuri Abdillah, Guru Besar Hukum Islam UIN Jakarta sebagai Staf Khusus Wapres bidang Umum

4 Arahan Jokowi Bantu UMKM di Tengah Pandemi Covid-19:

(asp/zap)