Blak-blakan Mohammad Azad

Dubes Iran Bicara Perang Lawan Corona di Tengah Embargo Amerika

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 06:53 WIB
Duta Besar Iran Mohammad Azad
Dubes Iran Mohammad Azad (Foto: Dok. Kedubes Iran)
Jakarta -

Republik Islam Iran merupakan negara di Asia yang terdampak virus corona terparah setelah Tiongkok. Hingga 7 April 2020, tercatat 62 ribu warga Iran positif COVID-19, 27 ribu pasien sembuh dan kembali ke rumah, 3.800 orang diantaranya meregang nyawa.

"Per tanggal 7 April kami telah melakukan 190 ribu tes dari berbagai kalangan masyarakat. Selain itu kami juga melakukan screening terhadap 80 juta warga kami untuk memonitor pergerakan virus tersebut," papar Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad kepada tim Blak-blakan detikcom, Rabu (9/4/2020).

Masalah di negeri Persia ini semakin berat lantaran embargo ekonomi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya sama sekali tak dikendurkan. Bahkan ketika Iran mengajukan pinjaman kepada IMF sebesar USD 5 miliar, AS menghadangnya.

"Coba Anda bayangkan kalau menjadi Iran, Anda harus menangani COVID-19 tetapi dihantam oleh berbagai keterbatasan dan tekenan," kata Azad.

Sementara beberapa negara lain, ia melanjutkan, ada yang menganggarkan USD 30 miliar, USD 50 miliar untuk perang melawan COVID-19.

Namun dia menyatakan syukur dan terima kasih kepada sejumlah negara yang telah membantu berupa dana, peralatan yang berhubungan dengan kesehatan seperi masker, alat bantu pernafasan, cairan disinfektan, dan lainnya.

Bantuan tersebut berasal dari Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Turki, Turkmenistan, Pakistan, Georgia, Malaysia, Thailand, Tiongkok dan Indonesia.

Selain itu bantuan pendanaan dari negara Uni Eropa melalui mekanisme INSTEX (Instrument in Support of Trade Exchanges ), meski sebatas bantuan untuk kemanusiaan dan kesehatan.

"Harapan kami instrumen INSTEX bisa memfasilitasi seluruh perdagangan Iran dengan Eropa khususnya di bidang Migas," kata mantan Atase Kebudayaan Iran di era Orde Baru itu.

Dengan segala keterbatasan dan tekanan yang dihadapi Iran, Azad berharap dalam 2-3 pekan ke depan, angka sebaran COVID-19 dapat terkendali.

Pada bagian lain, Mohammad Azad berharap di tengah pandemi ini Indonesia dapat memulangkan warga Iran yang menjalani hukuman di sejumlah Lapas. Juga berharap kerja sama ekonomi yang saat ini baru mencapai sekitar 1 Miliar Dolar AS dapat ditingkat berlipat ganda.

Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Dubes Iran Mohammad Azad, "Melawan Pandemi dan Embargo Ekonomi" di detik.com, Rabu (15/4/2020).

Blak-blakan Dubes Iran Perangi Corona Walau Diembargo AS:

(ddg/jat)