Profil Andi Taufan Garuda Putra, Stafsus Jokowi yang Surati Para Camat

Puti Yasmin - detikNews
Selasa, 14 Apr 2020 18:57 WIB
Stafsus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Andi Taufan Garuda Putra
Foto: Biro Pers Setpres/Andi Taufan Garuda Putra (baju batik biru)
Jakarta -

Nama Andi Taufan Garuda Putra menjadi heboh di dunia maya. Sebab, ia yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden menyurati para camat untuk mendukung perusahaannya melakukan program desa lawan COVID-19.

Dalam surat yang ditandatangani olehnya, tertulis program tersebut kerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek yang tidak lain merupakan perusahaan miliknya. Rencananya, program ini akan dijalankan di Sulawesi dan Sumatera.

Profil Andi Taufan Garuda Putra:

1. Keluarga

Andi Taufan Garuda Putra lahir di Jakarta pada 24 Januari 1987. Ia besar dari orang tua yang diketahui berdarah Bugis

2. Kuliah di Amerika

Berdasarkan Linkedin miliknya, Andi merupakan lulusan dari Harvard Kennedy School untuk Master of Public Administration tahun 2016. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung jurusan Manajemen Bisnis.

3. Jadi Bos Pinjaman Online

Andi dikenal sebagai pendiri dan CEP dari perusahaan pinjaman online bernama Amartha Microfinance. Ia mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 2010 untuk membantu permodalan masyarakat desa yang belum mengetahui bank.

4. Jadi Staf Khusus Jokowi

Presiden Joko Widodo mengangkat Andi Taufan Garuda Putra pada November 2019 sebagai staf khusus Presiden. Ia diangkat bersama enam orang lainnya dan ditugaskan untuk membantu kerja presiden.

5. Minta Dukungan Camat untuk Perusahaan

Nama Andi Taufan Garuda Putra menjadi buah bibir. Sebab, ia meminta dukungan kepada para camat untuk membantu perusahaannya menjalankan program melawan corona di desa.

6. Minta Maaf

Merespons hal tersebut, pria yang akrab disapa Andi ini meminta maaf dan menarik surat tersebut. Ia mengaku hanya ingin membantu penanganan virus corona di desa.

"Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul. Apapun yang terjadi, saya tetap membantu desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya," ungkap dia dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2020).

(pay/erd)