DKI Jakarta Bangun Laboratorium Kontainer, Terkendala di Mesin PCR

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 13 Apr 2020 10:07 WIB
Petugas ber-APD melakukan uji PCR Corona di lab UGM
Ilustrasi, tidak berhubungan dengan berita: Petugas ber-APD melakukan uji PCR Corona di lab UGM (dok. Humas UGM)

Terbatasnya peralatan membuat antrean spesimen semakin menumpuk. Apalagi, menurut Widyastuti, penambahan laboratorium kontainer itu untuk memotong panjangnya antrean pemeriksaan karena kapasitas laboratorium yang sudah disetujui oleh Kementerian Kesehatan belum mencukupi.

Dia menyebut kecepatan uji laboratorium kalah dibandingkan dengan jumlah sampel yang diterima. "Dengan bertambahnya kasus, angkanya (pemeriksaan) jadi tak terkejar. Jadi kami mencari peluang dengan menambah laboratorium milik Pemprov DKI dengan kontainer," ujarnya.

Widyastuti menyatakan di DKI Jakarta saja terdapat 800 lebih sampel yang menunggu untuk diperiksa. "Ini tentunya akan menambah waktu rawat yang lebih panjang. Karena teman-teman di klinisi menunggu hasil lab," katanya.

Hingga Minggu (12/4/2020), pemeriksaan di Indonesia terbilang amat sedikit. Menurut data dari ourworldindata.org, angkanya hanya 0,01 orang per 1.000 penduduk. Angka ini termasuk paling kecil di dunia dibanding negara yang terjangkit COVID-19 lainnya.

Sebagai perbandingan, Korea Selatan melakukan tes pada 9,99 per 1.000 populasi, Malaysia pada 2,19 per 1.000 , Ekuador 1,31 per 1.000, Afrika Selatan 1,28 per 1.000, Vietnam 1,24 per 1.000, Jepang 0,61 per 1.000, Thailand 0,46 per 1.000, dan Pakistan 0,3 per 1.000.

Halaman

(pal/dnu)