Saran Komnas Perempuan Agar Tetap di Rumah Tak Ciptakan Kekerasan Gender

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 09:34 WIB
Poster
Ilustrasi Kekerasan Terhadap Perempuan (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmavati menilai kekerasan terhadap anak dan gender di lingkungan keluarga rentan terjadi saat masa pandemi virus Corona (COVID-19). Komnas Perempuan mengatakan karena masyarakat harus lebih banyak di dalam rumah, maka beban berlapis umumnya dibebankan kepada perempuan.

"Beban berlapis ini umumnya dibebankan kepada perempuan. Sebelum masa kerja dari rumah atau darurat kesehatan COVID-19, kekerasan dalam rumah tangga merupakan bentuk kekerasan terbanyak dilaporkan ke pengada layanan sebagai tercatat dalam CATAHU 2020 Komnas Perempuan," kata Komisioner Komnas Perempuan, Rainy Hutabarat saat dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Dia menyebut setidaknya ada tiga faktor yang bisa meningkatkan angka kekerasan tersebut. Menurutnya, faktor pertama adalah beban kerja rumah tangga bertambah dan berlapis, termasuk mendampingi anak belajar. Kemudian faktor kedua yakni beban psikis berupa kecemasan menghadapi ketidakpastian yang mencekam.

"Ditambah lagi pembatasan sosial dan fisik yang mendesak orang berdiam di rumah saja," katanya.

Faktor ketiga, lanjut Rainy adalah ekonomi. Dia mengatakan banyak keluarga penghasilannya hilang atau jauh berkurang akibat pembatasan sosial. Rainy menuturkan kondisi ini dialami baik yang bekerja di sektor formal maupun informal.

"Ada faktor berlapis dan berkelindan yang menyebabkan kekerasan terhadap perempuan meningkat. Ini tak hanya terjadi di Indonesia, juga Eropa dan Asia," katanya.

Simak juga video Bikin Resah, Tempat Indekos di Polman Disegel Warga!:

Selanjutnya
Halaman
1 2