KAI Sumsel Wajibkan Penumpang Kereta-LRT Pakai Masker Cegah Corona

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 13:33 WIB
Light Rail Trainset (LRT) Palembang.
LRT Palembang (Dok. LRT Palembang)
Palembang -

PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (Divre) III Palembang mewajibkan semua penumpang jarak jauh memakai masker demi mencegah penularan virus Corona. Aturan ini juga berlaku untuk para penumpang light rail transit (LRT).

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut aturan ini berlaku mulai 14 April 2020. Penumpang yang tak memakai masker dipastikan tidak dapat naik ke ular besi tersebut.

"KAI mulai menyosialisasikan aturan lewat pengumuman di stasiun. Termasuk juga di kereta, media sosial, serta berbagai media atau secara langsung," terang Aida kepada wartawan, Kamis (9/4/2020).

Aturan penumpang wajib pakai masker ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. Tak hanya itu, aturan ini juga telah sesuai dengan rekomendasi WHO dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Warga diharuskan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, apalagi ke tempat fasilitas publik. Termasuk ketika di KAI," kata Aida.

Sebelumnya, langkah-langkah pencegahan terhadap penyebaran COVID-19 juga sudah dilakukan. Salah satunya menghentikan operasional kereta di rute Limeks Sriwijaya, Sindang Marga, Prabujaya, atau sebaliknya.

Selain itu, dilakukan pengurangan waktu operasional LRT Sumsel menjadi 26 perjalanan. Di mana kereta beroperasi pukul 08.39-17.27 WIB.

Setelah pembatalan perjalanan kereta api jarak jauh, KAI tetap menyediakan sarana transportasi dari Palembang ke Lampung dengan menggunakan kereta api Rajabasa. Sementara untuk ke Lubuklinggau dapat menggunakan kereta Serelo.

"Untuk 2 ini hanya disediakan 265 tempat duduk atau 50 persen saja. Sebab ini ada penerapan social distancing sejak 2 April," kata Aida.

Bagi masyarakat yang telah membeli tiket, KAI juga sudah memperpanjang kebijakan pengembalian bea tiket 100 persen. Untuk pembatalan yang telah dipesan akan bisa diambil kembali hingga 4 Juni 2020.

'OTG' Corona, Kasus yang Buat Pemerintah Wajibkan Masker:

(ras/gbr)