ADVERTISEMENT

Round-Up

Sederet Antisipasi Pemerintah soal Haji 2020 di Tengah Wabah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 07:00 WIB
Saudi Minta Umat Muslim Tunda Ibadah Haji
Foto: Masjidil haram tempat ibadah haji dilaksanakan (DW (News)

Manasik Haji Online

Sementara itu, dia menjelaskan Kementerian Agama (Kemenag) membuat skema pelatihan petugas hingga pelatihan manasik secara online. Sebab, asrama haji tidak menyediakan pelatihan dengan mengundang langsung petugas secara fisik.

"Manasik haji bagai jemaah akan dilaksanakan melalui media online dan penyampaian buku manasik lebih awal," ungkapnya.

Selain itu, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) juga masih terus dilakukan. Namun, Kemenag meminta jemaah untuk melakukan pembayaran tanpa tatap muka dan non-teller.


Mantan Wakil Panglima ABRI menegaskan, hingga kini Kemenag masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi terkait batal atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji 2020 ini. "Kementerian Agama akan terus memantau perkembangan kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," tandasnya.

Dana Haji Wajib Dilunasi

Fachrul menyebut dana Haji wajib dilunasi untuk mengantisipasi jika nantinya pelaksanaan ibadah Haji 2020 benar-benar dilakukan.

"Memang kembali kalau kita mengantisipasi bahwa siapa tahu kita akan berangkat, memang Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) harus dilunasi, tidak boleh tidak," sebut Fachrul.

Namun demikian, Fachrul menegaskan dana Haji yang sudah dilunasi jemaah bisa diambil kembali jika nantinya tidak jadi berangkat ke Tanah Suci. Dana itu bisa dibayarkan kembali saat jemaah akan berangkat Haji di tahun-tahun selanjutnya.


(rdp/rdp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT