Bamsoet: SOKSI & Angkatan Darat Ibarat Dua Tubuh Satu Hati Kawal NKRI

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 16:48 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: Dok MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung penuh penguatan masyarakat sipil melalui program bela negara dan pendidikan semi militer sejenis bagi organisasi masyarakat untuk meningkatkan nasionalisme dan kedisplinan warga negara yang menjadi wujud akulturasi TNI AD pasca dwifungsi ABRI ditiadakan.

Kasus pandemik virus Corona (COVID-19) yang melanda bukan saja oleh Indonesia tapi juga hampir seluruh negara di Dunia, merupakan momentum untuk memperkuat fungsi masyarakat sipil dalam sinergitas bersama TNI sebagai fungsi pertahanan keamanan negara.

Organisasi kemasyarakatan (Ormas) memiliki posisi strategis sebagai aktor pembangunan, bukan hanya dapat berfungsi dan difungsikan dalam menyukseskan program-program pemerintah, namun lebih jauh perannya termasuk dalam hal rekruitmen kader dan pemimpin bangsa.

Untuk itulah, perlu adanya kerja sama dan daya dukung pemerintah secara sungguh-sungguh terhadap ormas-ormas yang ada agar dalam fungsi dan perannya sesuai tujuan bernegara dan selaras dengan harapan masyarakat dengan tetap berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

"Lebih dari 400.000 Ormas yang resmi terdaftar di Indonesia dengan ciri dan karakteristik masing-masing sesuai kesamaan prinsip dan kepentingan, yang tersebar di dalam dan luar negeri, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota, rugi dan bahkan bisa berpotensi berbahaya jika tidak diberdayakan oleh negara secara optimal," ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Rabu (8/4/2020).

Hal itu ia sampaikan dalam acara silaturahmi bersama Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI AD Andhika Perkasa di Mabes AD hari Selasa (7/4) kemarin.

Sebagai Wakil Ketua Umum SOKSI, Bamsoet juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kesigapan TNI AD dalam mengatasi situasi darurat Corona yang tidak mudah. Yang dimana termasuk kesiagaan dalam fungsi kesehatan yaitu mengoptimalkan rumah sakit-rumah sakit milik Angkatan Darat dengan segala fasilitasnya yang memadai dan alat-alat mutakhir dan mengirimkan tenaga-tenaga medis yang kompeten serta siap 24 jam.

"Doktrin SOKSI Manunggal Tri Ubaya Cakti TNI AD, yang menjadi landasan lahir dan pertumbuhan SOKSI sebagai Ormas andalan di masyarakat sejak tahun 1964, dengan sejarah panjang perjuangan bersama TNI AD, bergerak bersama dalam Tiga tekad sakti, yakni dalam hal: Keamanan nasional, Kekaryaan, dan Pembangunan. SOKSI dan Angkatan Darat adalah ibarat dua tubuh satu hati dalam bersama-sama mengawal tegaknya NKRI, menjauhkan Pancasila dari rongrongan Komunisme dan azaz-azaz yang bertentangan dengan empat konsensus bangsa Indonesia," tegas Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan, silaturahmi dalam situasi darurat Corona ini selain untuk menyampaikan apresiasi terhadap kinerja TNI AD dan kesiapan SOKSI untuk bersinergi dalam mempercepat terputusnya mata rantai penyebaran virus COVID-19, juga sekaligus mengundang KASAD untuk hadir dan menyampaikan petuah kebangsaan dalam MUNAS XI SOKSI Tahun 2020 yang direncanakan setelah lebaran, menunggu situasi negara kondusif, mengingat sejarah panjang TNI AD sebagai pendiri atau saudara tua SOKSI.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AD(KASAD)Jenderal TNI Andika Perkasa memastikan akan hadir dalam Munas XI SOKSI Tahun 2020 yang akan datang dan akan terus menguatkan ikatan emosional SOKSI-TNI AD, termasuk menuangkannya dalam bentuk kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) program bersama, penyiapan komponen cadangan dari unsur masyarakat sipil, khususnya Ormas SOKSI sebagai salah satu lembaga pengkaderan bangsa. Bamsoet pun menyambut baik rencana penguatan kerjasama produktif SOKSI dan TNI AD ini, salah satunya dalam bentuk kegiatan sosialisasi bersama empat konsensus dasar.

Lebih jauh, Bamsoet mengingatkan bahwa peristiwa pandemik corona ini, meskipun banyak menimbulkan dampak negatif khususnya terkait kesehatan warga dan perekonomian bangsa, namun menjadi momentum bersama untuk mengingatkan kembali pentingnya kesadaran gotong royong, rasa kebersamaan dan kekeluargaan, nasionalisme serta khususnya nilai-nilai ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

"Peran-peran strategis para aktor kemanusiaan dan pertahanan keamanan di garda terdepan dalam situasi darurat, seperti TNI AD, Tenaga Medis, Para Pendidik, Penyedia pangan, dll perlu mendapat perhatian khusus, bahkan ketika negara dalam kondisi normal. Karena tanpa mereka yang berada di garis terdepan memastikan kondusivitas masyarakat di situasi darurat maka negara bukan sekedar menghadapi persoalan kesehatan dan ekonomi, namun bisa menjadi konflik sosial yang berujung pada disintegrasi bangsa dan distrust pada Pemimpin Negara. Penguatan masyarakat sipil dalam hal pembinaan kedisiplinan dan nilai-nilai kebangsaan adalah hal mendesak yang perlu disegerakan setelah pulih dari bencana Corona ini, pentingnya komponen cadangan merupakan wujud supremasi sipil di era kekinian," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, turut hadir dalam silaturahmi Depinas SOKSI bersama Kepala Staf Angkatan Darat di Markas Besar AD yaitu Dewan Pembina SOKSI Prof Thomas Suyatno, Fatahillah Ramli, Dina Hidayana, Nofel Silabi, dan Neisya Suhardiman.

(ega/ega)