Kasus Gagal Bayar Koperasi Simpan Pinjam, Pimpinan DPR Minta Polisi Bergerak

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 22:29 WIB
Sufmi Dasco Ahmad
Sufmi Dasco Ahmad (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta (ISP) mengalami gagal bayar terhadap nasabah-nasabahnya. Wakil Ketua DPR Bidang Ekonomi dan Keuangan Sufmi Dasco Ahmad meminta polisi bergerak mengusut permasalahan ini.

"Polri harus bergerak cepat mengusut kasus gagal bayar Koperasi Indosurya. Aneh sekali mengapa ada ketidakjelasan ke mana dana nasabah senilai lebih Rp 10 T dipergunakan sehingga bisa gagal bayar," kata Dasco dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020).

Dasco menilai harus ada langkah konkret kepolisian agar dana nasabah tidak menguap. Dasco tak ingin ada yang melarikan dana tersebut.

"Selain itu, Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM juga harus menjelaskan bagaimana pengawasan yang mereka lakukan kepada Koperasi Indosurya selama ini," jelas Dasco.

Dasco lalu mengungkit permasalahan penyelewengan dana selama ini. Menurutnya, polisi bisa dengan mudah mendeteksi skemanya.

"Belajar dari kasus-kasus penyelewengan dana publik, biasanya ada pola yang mudah dideteksi, yaitu skema bisnis yang too good to be true alias terlalu muluk-muluk misalnya dengan bunga atau imbal balik yang terlalu besar. Kalau gejala tersebut juga ada dalam kasus Indosurya, maka Kemenkop sejak awal bisa meniup peluit peringatan," sebut Dasco.

Selanjutnya
Halaman
1 2