Periksa Jaksa, KPK Cari Bukti Penguat Kasus Korupsi Rp 46 M Nurhadi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 19:15 WIB
KPK akan segera memiliki gedung baru yang kini proses pembangunannya sudah masuk ke tahap akhir. Gedung KPK yang baru, sengaja dibangun dengan warna merah putih, sebagai simbol KPK milik Indonesia. Hasan Alhabshy
Gedung KPK (Foto: detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa seorang jaksa atas nama Sru Astuti jadi saksi dalam kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. KPK menyebut keterangan Sru membantu menguatkan tindak pidana korupsi yang dilakukan Nurhadi.

"Keterangan saksi tersebut membantu penyidik KPK untuk menguatkan pembuktian dugaan korupsi yang dilakukan oleh tersangka NHD (Nurhadi)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Ali menyebut Sru merupakan jaksa pengacara yang ditunjuk oleh PT KBN (Persero) jadi kuasa hukum saat gugatan perdata PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Direktur PT MIT saat itu, Heindra Soenjoto menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Penyidik mengkonfirmasi kepada saksi terkait seputar tugas yang bersangkutan yang saat itu selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang diminta oleh BUMN dalam hal ini PT KBN untuk menjadi kuasa dalam gugatan perdata PT MIT di PN Jakarta Utara," sebut Ali.

Selanjutnya
Halaman
1 2