Kemenhub Manfaatkan Kapal Tol Laut Salurkan APD ke Daerah Pelosok

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 18:54 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanfaatkan akses kapal tol laut untuk mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) ke berbagai daerah. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengatakan tol laut yang selama ini difungsikan untuk pengiriman logistik khususnya ke daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP) dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan peralatan dan perlengkapan medis.

"Tol laut bisa kita manfaatkan untuk membantu distribusi barang di tengah pandemi virus corona. Bahkan, kami sudah menggratiskan distribusi Alat Pelindung Diri (APD) ke Tahuna, Sulawesi Utara," ujar Capt. Wisnu melalu keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020).

Ia mengungkapkan, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri melakukan koordinasi serta meminta dukungan untuk pengiriman APD ke berbagai pelosok di Indonesia. Dalam menggunakan tol laut, Ditjen Hubla telah menerbitkan surat yang ditujukan kepada Direktur Utama PT. Pelni, Direktur Utama PT Djakarta Lloyd, Direktur Utama PT ASDP Ferry, Direktur Utama PT Temas, Direktur Utama PT Pelangi Tunggal Ika dan Direktur Utama PT Luas Line untuk membantu pengiriman APD melalui tol laut tanpa mengabaikan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Adapun APD yang dapat dikirimkan melalui tol lat, jelas Capt. Wisnu, meliputi penutup kepala (nurse cap), kacamata pelindung (safety google), pelindung wajah, masker (masker N95 dan masker surgical), penutup telinga, jas lab, sarung tangan, dan pelindung sepatu (sepatu boots/safety shoes) yang digunakan untuk penanganan pandemi virus Covid-19.

Selain untuk mengirimkan APD, tol laut juga bisa mengakomodir pengiriman logistik yang terhambat.

"Tol laut juga dapat dimaksimalkan untuk mengatasi arus logistik yang terhambat akibat pembatasan kapal penumpang yang masuk ke daerah tujuan," ucap Capt. Wisnu.

Program tol laut telah berjalan sejak tahun 2016. Saat ini, terdapat 26 kapal yang melayani tol laut, terdiri dari 14 kapal negara, lima kapal milik PT. Pelni, lima kapal PT. ASDP dan dua kapal swasta dengan jumlah trayek sebanyak 26 trayek, tiga pelabuhan pangkal, enam pelabuhan transhipment dan 90 pelabuhan singgah.

Pemanfaatan tol laut untuk distribusi APD, kata Capt. Wisnu, diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga dapat membantu para dokter dan petugas medis dalam mencegah dan menekan jumlah penyebaran virus corona di Indonesia.

"Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi ujian ini, dan semoga wabah virus corona dapat segera berakhir," ujarnya.

(akn/ega)