Bola Salju Kasus Ali Baharsyah Hina Jokowi Via Isu Wabah

ADVERTISEMENT

Round-Up

Bola Salju Kasus Ali Baharsyah Hina Jokowi Via Isu Wabah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 07:30 WIB
Konpers Kasus Ali Baharsyah Penghina Jokowi
Foto: Ali Baharsyah (baju oranye) dihadirkan dalam konferensi pers (dok. Divisi Humas Polri)

Himawan selanjutnya menyampaikan penangkapan Ali tak semata karena laporan Muannas, karena ternyata pergerakan Ali di medsos telah masuk radar pemantauan kepolisian sejak 2018 lalu. Himawan menyebut konten-konten yang diposting Ali di akun medsosnya mengandung unsur pidana.

"Tersangka telah dilaporkan atau dimonitoring sejak tahun 2018, berkaitan dengan postingan-postingannya atau pun video-videonya, atau melakukan postingan secara viralisasi yang mengandung unsur pidana. Kemudian terus dilakukan monitoring sampai dengan 2019, yang masih melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Dan 2019 dilakukan pembuatan laporan polisi oleh penyidik," jelas Himawan.

Himawan menuturkan monitoring terhadap akun media sosial Ali berlanjut hingga 2020. Pada Februari kemarin, Himawan menerangkan ada laporan polisi yang dibuat seorang warga di Polda Jawa Barat (Jabar) terkait media sosial Ali Baharsyah, dan polisi kembali menerima laporan warga yakni Muannas pada awal April kemarin yang berujung pada proses hukum.

"Dan ternyata ini berlanjut sampai 2020 bulan dua (Februari-red), itu ada laporan dari seseorang di Polda Jabar tentang tersangka. Dan 2020 pada April juga dilaporkan di Bareskrim Polri terkait kegiatan tersangka," terang Himawan.

Terkait tindak pidana pornografi, Himawan menyampaikan hal itu terungkap setelah penyidik memeriksa barang bukti yang disita dari Ali. Saat penangkapan, penyidik menyita beberapa perangkat elektronik milik Ali seperti telepon genggam, laptop dan micro memory card.

"Ditemukan beberapa file yang dari hasil forensik digital tentang video-video yang mengandung unsur pornografi," sebut Himawan.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT