Pasokan LPG 3 Kg di Garut Ditambah 50 %

Nurcholis Maarif - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 21:15 WIB
Tabung LPG 3kg
Foto: Dok Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III menambah pasokan LPG subsidi 3 kg di wilayah Garut, Jawa Barat, hingga 50%. Pasokan fakultatif atau penambahan alokasi ini bersifat situasional untuk menyusul imbauan #DiRumahAja dari pemerintah.

Selain itu, menurut Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Dewi Sri Utami, penambahan pasokan LPG subsidi 3 kg juga untuk merespon kedatangan gelombang pemudik yang baru diumumkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut pada akhir Maret 2020 lalu.

"Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan LPG karena sebagian besar masyarakat kini akan berada di rumah sehingga aktivitas memasak juga bertambah. Melihat situasi tersebut, kami melakukan penambahan pasokan LPG subsidi untuk mempermudah masyarakat," jelas Dewi dalam keterangannya, Minggu (5/4/2020).

Dewi menjelaskan, pada kondisi normal, rata-rata penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Garut mencapai hampir 50 ribu tabung per hari. Dengan adanya fakultatif ini, total penambahan LPG 3 kg di Kabupaten Garut mencapai hampir 32 ribu tabung.

"Berdasarkan pantauan kami, beberapa wilayah memberlakukan isolasi daerah sehingga pergerakan masyarakat lebih terbatas. Akibatnya, terdapat kenaikan kebutuhan di sektor rumah tangga karena LPG 3 kg digunakan untuk memasak," ujar Dewi.

"Namun, di sisi lain kebutuhan LPG subsidi untuk warung-warung usaha mikro menurun karena masyarakat telah memasak di rumah. Untuk mengantisipasi hal ini, Pertamina memastikan suplai LPG ke agen maupun pangkalan LPG tetap berjalan lancar dan dapat memenuhi kebutuhan warga," tambah Dewi.

Dewi menegaskan, masyarakat yang berhak dapat membeli LPG subsidi dengan mudah di pangkalan LPG resmi Pertamina. Terdapat total 1.048 pangkalan dan 35 agen LPG subsidi resmi Pertamina di wilayah Kabupaten Garut yang tersebar hingga seluruh desa.

"Dengan membeli di pangkalan resmi Pertamina, masyarakat akan memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasar SK Bupati, yakni Rp 16 ribu per tabung serta terjamin keasliannya," ujar Dewi.

Dewi juga mendorong agar masyarakat sejahtera menggunakan LPG nonsubsidi seperti LPG 5,5 kg dan 12 kg. Untuk informasi produk dan layanan, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.

(ega/ega)