Ganjil-Genap di DKI Jakarta Ditiadakan hingga 19 April 2020

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 21:10 WIB
Pemberlakuan sistem ganjil genap di sejumlah jalur protokol di Jakarta diharapkan dapat mengurai kemacetan. Berhasilkah penerapan sistem ganjil genap tersebut?
Pengumuman kebijakan ganjil-genap terpampang di jalan protokol di Jakarta. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Sistem pembatasan kendaraan bermotor dengan ganjil-genap di DKI Jakarta ditiadakan hingga 19 April 2020. Kebijakan ini dilakukan mengingat adanya pandemi virus Corona (COVID-19).

"Ganjil-genap yang semula ditiadakan sampai dengan 5 April 2020, diinformasikan bahwa diperpanjang dan ganjil-genap tetap ditiadakan sampai dengan tanggal 19 April 2020," jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (5/4/2020).

Polisi akan mengevaluasi kembali kebijakan ganjil-genap ini setelah 19 April. Perkembangan situasi dan kondisi di tengah pandemi Corona menjadi pertimbangan polisi.

"Setelah tanggal 19 April nanti akan kita evaluasi kembali dengan melihat perkembangan situasi terkait Covid-19 ini," tuturnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, selain meniadakan ganjil-genap, ia juga memerintahkan jajarannya untuk tidak melakukan razia dan tilang. Namun, pelanggaran lalu lintas yang sifatnya berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas tetap akan ditindak.

"Itu pun dengan memaksimalkan tilang e-TLE," kata Sambodo.

Sambodo mengatakan, hal ini juga dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam menerapkan protokol Covid-19 untuk melakukan social distancing. Di sisi lain, sebagian besar penduduk menerapkan work from home (WFH) selama masa tanggap darurat bencana virus Corona.

Meski demikian, pelayanan seperti permohonan SIM baru dan perpanjangan tetap dibuka. Begitu juga pelayanan Samsar tetap beroperasi.

(mei/zak)