Pengawasan Diperketat, 200 Penumpang Kapal di Pelabuhan Samarinda Jadi ODP

Suriyatman - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 17:56 WIB
Pengawasan terkait Corona di Pelabuhan Samarinda
Pengawasan terkait Corona di Pelabuhan Samarinda (Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Pengawasan ketat dilakukan Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, untuk mencegah masuknya virus Corona. Setelah melakukan pengawasan transportasi darat, Pemkot Samarinda juga memperketat masuknya orang melalui jalur pelabuhan laut.

Sebanyak 200 penumpang KM Queen Soya asal Parepare, Sulawesi Selatan, langsung ditetapkan sebagai orang dalam pantauan (ODP). Mereka diharuskan menjalani masa isolasi secara mandiri selama 14 hari.

"Kami beri mereka kartu berwarna kuning yang dipegang mereka dan dibawa kepada petugas medis jika dalam 14 hari mereka mengalami gejala-gejala seperti demam, panas, sesak napas," kata Koordinator Tim Pemeriksan Kesehatan, Karyadi, di pelabuhan Samarinda, Minggu (5/4/2020).

Para penumpang KM Queen Soya langsung menjalani pemeriksaan di posko yang dibangun Pelindo dan KKP di pintu keluar pelabuhan. Sebelum menuju posko kesehatan, penumpang disemprot cairan disinfektan sesaat setelah meninggalkan kapal.

"Kami tidak melakukan penyemprotan atas permintaan pusat, namun untuk keamanan penyemprotan dilakukan oleh pihak kapal. Selanjutnya penumpang diminta untuk mencuci tangan dan kemudian dilakukan pemeriksaan panas suhu tubuh dengan menggunakan alat thermal scanner," kata Karyadi.

"Satu per satu penumpang yang berasal dari Parepare 'ditembak' menggunakan alat yang berbentuk seperti pistol, setelah itu petugas mengingatkan kepada para penumpang untuk melakukan isolasi mandiri setelah pulang ke rumah selama 14 hari," jelas Karyadi.

Bilik disinfektan di Pelabuhan SamarindaBilik disinfektan di Pelabuhan Samarinda. (Suriyatman/detikcom)

Pada pemeriksaan hari ini, tidak ditemukan penumpang yang menunjukkan gejala virus Corona. Namun, menurut Karyadi, jika ada penumpang yang menunjukkan gejala tersebut, akan langsung dibawa ke rumah sakit untuk ditangani.

"Kami wawancara terus selanjutnya dinotifikasi ke Dinas Kesehatan dan Dinas Kesehatan yang melakukan prosedur selanjutnya. Itu tergantung kalau dia ada riwayat atau kriteria masuk ke PDP, yaitu ada sesak napas mengarah ke pneumonia itu langsung termasuk PDP, itu akan dilakukan isolasi di rumah sakit. Tetapi kalau hanya demam tadi kemudian tidak ada penyertanya yang lebih parah lagi, hanya sesak napas, itu dilakukan isolasi di rumah, sesuai kriteria atau karantina di rumah sendiri," jelasnya.

Tak hanya penumpang yang datang, penumpang yang akan berangkat menuju Parepare dengan KM Prince Soya juga diperiksa oleh pihak manajemen kapal. Para penumpang tetap mengikuti prosedur dan diwajibkan untuk melewati bilik penyemprot disinfektan yang menggunakan bahan-bahan sesuai dengan anjuran KKP.

"Kami juga menyediakan tempat untuk mencuci tangan di atas kapal," kata petugas KM Prince Soya, Imran.

Sementara berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah penumpang yang tiba di Kota Samarinda umumnya merupakan penumpang lanjutan yang akan menuju wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Bontang, dan Kutai Timur.

(azr/azr)