3 Pejabat Polri Lolos Seleksi Jabatan Deputi Penindakan KPK

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 15:47 WIB
Gedung KPK
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

KPK mengatakan telah mendapatkan 3 kandidat pengisi jabatan Deputi Penindakan KPK. Ketiga kandidat itu berasal dari Polri.

"Memasuki tahapan wawancara dan tes kesehatan dalam rangkaian kegiatan rekrutmen dan seleksi untuk pengisian 4 jabatan struktural KPK, Kamis tanggal 2 April 2020 telah dilakukan tes kesehatan terhadap kandidat Deputi Penindakan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

Ketiga kandidat itu ialah Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Karyoto; Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Pol Rudi Setiawan; dan Kadiklat Reserse Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Agus Nugroho. Ali mengatakan mereka hari ini hari ini melakukan uji tes makalah, presentasi dan wawancara. Tes dipimpinn langsung oleh pimpinan KPK.

"Hari ini, Jumat (3/4) Pimpinan KPK melakukan tes uji makalah, presentasi dan wawancara terhadap calon Deputi Penindakan terhadap 3 orang kandidat tersebut," ujar Ali.

Selain itu, Ali mengatakan pimpinan KPK juga sudah melakukan tes uji makalah, presentasi dan wawancara terhadap 3 orang calon Deputi Informasi dan Data (Inda) KPK pada Kamis (2/4) kemarin. Ketiga kandidat Deputi Inda KPK itu yakni Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Giri Suprapdiono; Spesialis Pengolahan Data dan Informasi Utama KPK, Indira Malik dan Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mochamad Hadiyana.

"Para kandidat tersebut sebelumnya telah mengikuti tes uji kompetensi dan asesmen yang dilakukan oleh pihak ketiga yang independen dan professional," ucap Ali.

Ali menjelaskan tes wawancara kepada para kandidat pengisi 4 jabatan struktural KPK akan berlangsung hingga tanggal 7 April 2020. Untuk itu, Ali mengajak masyarakat ikut mengawal proses seleksi 4 jabatan struktural di KPK itu. Ia menambahkan KPK akan memilih pejabat yang memiliki kapabilitas untuk mengisi 4 jabatan struktural itu.

"KPK mengajak Masyarakat untuk turut mengawal prosesnya dan KPK terbuka atas masukan dari masyarakat terkait proses seleksi tersebut. KPK akan memilih kandidat yang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta mumpuni untuk masing-masing keempat jabatan struktural tersebut," tuturnya.

KPK sebelumnya memang memprioritaskan setidaknya 4 dari 6 jabatan yang masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) sudah terisi pejabat definitif pada April 2020. Keempat jabatan struktural itu ialah Deputi Penindakan, Deputi Informasi dan Data, Direktur Penyelidikan dan Kepala Biro Hukum.


Belakangan, proses seleksi pejabat struktural KPK itu disorot oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW menilai proses seleksi Deputi Penindakan KPK dan jabatan struktural lainnya yang dilakukan KPK saat ini belum transparan dan cenderung diam-diam.Untuk Deputi Penindakan, KPK mengatakan sudah ada 11 peserta terdiri dari 7 anggota Polri dan 4 berasal Kejaksaan Agung yang mengikuti proses seleksi. Ali mengatakan bila mengacu pejabat terdahulu posisi Deputi Penindakan diisi minimal berpangkat jenderal untuk anggota polisi, sedangkan untuk jaksa minimal pangkat 4C.

(ibh/eva)