Pemerintah Bolehkan Mudik, Tim Pakar FKMUI: Nggak Paham Konsep PSBB!

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 14:24 WIB
Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak diperkenankan mudik demi mencegah penularan virus corona (COVID-19).
Ilustrasi mudik (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Tim pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI Pandu Riono mengkritik pemerintah yang masih memperbolehkan masyarakat mudik ke kampung halaman. FKMUI menilai pemerintah tidak paham tujuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Pemerintah tidak paham apa yang disebut pembatasan sosial berskala besar. Kalau skala besar itu dari imbauan-imbauan sekolah ditutup, semua ditutup, dan yang melanggar boleh dikasih peringatan dengan tindakan hukum," kata Pandu, ketika dikonfirmasi, Kamis (2/4/2020).

Pandu menilai pemerintah harus memiliki staf ahli di bidang epidemiologi sehingga mengetahui hal-hal yang harus dilakukan dalam penyelesaian pandemik ini.

"Mereka itu nggak ngerti, nggak ada yang paham pengertian PSBB itu apa, kaya itu aja sebelumnya kan social distancing, eh diganti dengan physical, itu kan nggak boleh physical itu kan hanya fisiknya saja, jadi sama saja boleh ngumpul-ngumpul tapi dengan jarak, presiden juga ngomongnya physical distancing," ujarnya.

"Mudik apalagi di bus ber-AC, walaupun jaraknya dua meter, makanya itu saya bilang, yang bikin kebijakan itu tidak paham tujuan dari kebijakan itu, seharusnya ada staf ahli presiden yang khusus menangani hal ini yang mengerti epidemiologi," sambung Pandu.

Demi Keselamatan Bersama, Luhut Ajak Masyarakat Jangan Mudik:

Selanjutnya
Halaman
1 2