Round-Up

Fakta-fakta Miris Penolakan Pemakaman Jenazah Korban Corona di Makassar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 22:04 WIB
Warga Irak Tolak Pemakaman Korban COVID-19
Ilustrasi (DW SoftNews)
Makassar -

Mobil ambulans yang membawa jenazah menuju Pemakaman Pannara, Makassar, Sulawesi Selatan, tiba-tiba dihadang warga. Warga mencurigai jenazah itu meninggal karena virus Corona. Duh!

Peristiwa ini terjadi dekat Pemakaman Pannara, Jalan Antang Raya, Manggala, Makassar, sekitar pukul 15.00 Wita, pada Selasa, 31 Maret 2020. Penolakan warga sekitar juga terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Baki Nipa-nipa, Kelurahan Antang, Kota Makassar, Minggu (29/3). Jenazah yang ditolak ini diketahui positif Corona.

Polisi setempat membenarkan penolakan oleh warga tersebut.

Berikut fakta-fakta penolakan pemakaman jenazah korban Corona di Makassar yang dirangkum detikcom:

Awal Mula Peristiwa

Selasa, 31 Maret 2020

Satu unit ambulans dihadang warga di dekat Pemakaman Pannara, Jalan Antang Raya, Manggala, Makassar, sekitar pukul 15.00 Wita, Selasa (31/3/2020).

Polisi setempat membenarkan penolakan oleh warga tersebut.

"Tadi kejadiannya menjelang asar. Iya, (ambulans pembawa jenazah) balik kanan," ujar Kapolsek Manggala Kompol Hasniati kepada detikcom.

Warga Curiga Jenazah Meninggal Gegara Corona

Hasniati mengatakan warga mencurigai jenazah yang dibawa itu meninggal karena virus Corona. Hasniati menyebut konsentrasi warga sekitar pemakaman memang tersita oleh wabah tersebut.

"Yang setahunya, mereka kan masyarakat semua terfokus COVID-19, apalagi ambulans memakai embel-embel itu, embel-embel COVID-19," kata Hasniati.

Polisi Turun Tangan

Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono mengatakan pihaknya saat ini mencoba menelusuri soal benar atau tidaknya kecurigaan warga tersebut.

"Saya memang dapat kabar dari Pak Dandim. Ada penolakan warga terhadap jenazah yang diduga menderita COVID-19," ujar Yudhiawan saat dimintai konfirmasi terpisah.

"Itu hasilnya COVID 19 atau tidak belum ada, masih diselidiki. Hasilnya setelah meninggal kan butuh waktu 5 hari (untuk mengetahui)," sambungnya.

Yudhiawan juga mengaku belum mengetahui jenazah yang ditolak warga tersebut dibawa ke mana. Dia mengaku masih meminta anggotanya melakukan pengecekan.

Selanjutnya
Halaman
1 2