Malaysia Lockdown, Indonesia Kirim 3.143 Paket Logistik untuk WNI

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 18:02 WIB
Plh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha
Foto: Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha. (Zakia-detikcom)
Jakarta -

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha mengatakan perpanjangan masa lockdown yang ditetapkan pemerintah Malaysia berdampak terhadap kelangsungan hidup para WNI. Untuk membantu penyediaan kebutuhan pokok para WNI di sana, pemerintah mengirimkan paket logistik lebih dari 3.000.

"Terkait penanganan WNI di Malaysia. Malaysia telah memperpanjang movement control order sampai 14 April 2020. Kebijakan ini tentu berdampak bagi WNI kita yang mayoritas pekerja migraine," Kata Judha dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung, Rabu (1/4/2020)

Judha menyebut WNI yang bekerja sebagai pekerja harian lepas paling merasakan dampak lockdown Malaysia. Sementara pekerja migran yang memiliki majikan, sebut dia, kondisinya baik.

"Berdasarkan pengamatan perwakilan republik Indonesia yang ada di 6 wilayah Malaysia, dampak movement control order dirasakan paling besar bagi warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pekerja harian lepas. Sedang pekerja migraine Indonesia yang memiliki majikan tetap masih dalam kondisi yang relatif baik," ujarnya.

Judha mengungkapkan pemerintah Indonesia sudah mengirimkan bantuan logistik sebanyak 3.143 paket. Pemerintah juga telah menyiapkan 3.000 paket logistik tambahan.

"Merespon kondisi tersebut, pemerintah Indonesia telah memberikan bantuan logistik kepada warga yang paling rentan dari pekerja migraine Indonesia. Hingga hari ini tercatat perwakilan RI di Indonesia telah menyalurkan 3.143 paket bantuan logistik dan telah menyiapkan 3.000 paket tambahan," pungkasnya

Sekadar informasi, Malaysia mulai menerapkan kebijakan movement control order atau lockdown di negaranya guna menekan penyebaran virus Corona (COVID-19). Otoritas Malaysia secara resmi memberlakukan perintah pengendalian pergerakan atau movement control order mulai Rabu (18/3).

(zak/zak)