Cerita Driver GrabCar, Tetap Antar Penumpang Saat Darurat Corona

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 11:28 WIB
driver GrabCar Desmawati
Foto: grab
Jakarta -

Berbekal masker dan hand sanitizer, driver GrabCar Desmawati memacu mobil hitamnya untuk menjemput penumpang di tengah situasi darurat virus corona. Meskipun pesanan tidak seramai biasanya, ia tetap beroperasi.

Desmawati berkeyakinan, masih ada orang yang membutuhkan jasanya untuk mengantar bepergian. Di samping ia juga harus menjemput pundi-pundi untuk kebutuhan hidupnya.

"Aku standby (buat antar), siapa tau orang perlu," ujar Desmawati seperti dikutip dari laman Instagram resmi Grabid, Selasa (1/4/2020).

Untuk menjamin keamanannya, ia selalu menggunakan masker. Tidak lupa, hand sanitizer dibawa buat penumpang yang ingin mencuci tangan. Demi menjaga kebersihan, Desmawati juga menyiapkan sabun dan air dari rumah.

"Masker nggak boleh lupa. Aku juga selalu menawarkan hand sanitizer buat penumpang, Bawa sabun dan air dari rumah kalau perlu, buat cuci tangan mandiri. Supaya kita sama-sama sehat," katanya.

Ia bercerita, banyak penumpang yang khawatir terhadap penularan virus Corona. Oleh sebab itu, Kebersihan mobilnya turut dijaga dan sanitasi disediakan agar penumpang merasa nyaman.

"Penumpang sudah banyak kekhawatiran Makanya aku mastiin mobil bersih dan sanitasi semua lengkap, aku harap bisa kasih kelegaan," timpal Desmawati.

Desmawati bersyukur, di masa-masa yang sulit ini banyak penumpang yang memberikannya perhatian. Beberapa memberikan uang tip lebih banyak dari biasanya, dan banyak pula yang menyuntikkan semangat untuknya.

"Terima kasih bintangnya dan pesan-pesan yang bikin semangat, juga tip buat ibu lebih banyak dari biasanya, aku terima kasih sekali," tutur Desmawati.

Ia lantas berpesan pada masyarakat Indonesia agar menjaga kesehatan di situasi rawan penyakit sekarang ini.

"Jangan lupa berdoa, semoga virus ini segara berlalu, dan terus jaga kesehatan karena kesehatan kita pakai untuk cari uang, dan bantu orang," ujarnya.

(mul/ega)