PNS Setjen DPR yang Meninggal karena Corona Bertugas di Absensi Paripurna

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 07:28 WIB
Pengesahan prolegnas RUU 2020-2024 dan 50 RUU prioritas 2020 dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2019). Ketua DPR Puan Maharani memimpin jalannya rapat paripurna.
Ilustrasi (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat Jenderal DPR meninggal dunia dan dinyatakan positif virus Corona. Pegawai itu bertugas di bagian absensi rapat paripurna dan diperbantukan di Fraksi Partai NasDem.

"Beliau ini hari-harinya dia ini bertugas di bagian absensi paripurna," kata Ketua Fraksi NasDem DPR Ahmad Ali saat dihubungi detikcom, Selasa (31/3/2020).

Menyikapi meninggalnya salah satu pegawai di lingkungan Fraksi NasDem, Ali pun meliburkan semua pegawai sekretariat. Ia juga meminta agar pegawai di Sekretariat Fraksi NasDem mendapatkan rapid test karena sempat berinteraksi dengan pasien positif Corona tersebut.

"Begitu tahu dia dirawat, itu semua pegawai sekretariat saya liburkan. Begitu dapat (informasi) meninggal, saya telepon Pak Indra, Sekjen DPR RI, untuk memfasilitasi 11 orang itu untuk dilakukan rapid test, karena berdasarkan keterangan Bu Eka, Kepala Sekretariat, terakhir almarhum ini ke sekretariat, tanggal 16 (Maret), dan mereka sempat berinteraksi," ucapnya.

PNS tersebut sebelumnya dirawat di sebuah rumah sakit di Jawa Barat dan sempat akan dipindahkan ke RS Darurat Corona di Wisma Atlet. Hasil tes positif Corona pegawai tersebut juga baru diketahui setelah dirinya meninggal dunia.

"Saya kaget nerima berita tadi siang bahwa beliau udah meninggal. Jadi kemarin itu dia bilang belum ada hasil, tapi tadi udah di.. kan dia udah masuk pasien dalam pengawasan ya, bahwa dia terkonfirmasi positif COVID-19," ujar Ali.

Ali mengatakan keluarga pegawai tersebut meminta bantuannya untuk bisa dites Corona. Menurut Ali, pihaknya telah mengusahakan agar keluarga pegawai tersebut bisa difasilitasi untuk tes.

"Tadi saya dihubungi keluarganya untuk minta tolong difasilitasi supaya anak istrinya mendapat pemeriksaan yang intens lah. Saya sudah perintahkan Saan, Sekretaris Fraksi, kebetulan dia dapil Jawa Barat, untuk menghubungi rumah sakit di Jawa Barat untuk segera memfasilitasi untuk pemeriksaan keluarga. Kemarin itu saya dikabari oleh salah satu anggota DPR saya, jadi minta mau berusaha untuk memindahkan beliau ini ke Wisma Atlet, tapi belum kesampaian," jelas Ali.

Gegara Corona, Jokowi Prediksi Defisit APBN Mencapai 5,07%:

(azr/mae)