Pertamina Gelontorkan Rp 33,7 M buat UMKM Terdampak Covid-19

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 19:15 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan permodalan dan pendampingan perizinan serta sertifikasi buat UMKM yang terdampak virus Corona (Covid-19). Hingga bulan Maret 2020, Pertamina telah menggelontorkan Rp 33,7 miliar untuk 402 UMKM yang tersebar di 13 provinsi di Indonesia.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menyampaikan bantuan permodalan dan perizinan serta sertifikasi UMKM ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina terhadap permasalahan dunia usaha di tengah pandemi yang sedang dihadapi.

"Bantuan permodalan dan pendampingan dalam program Kemitraan Pertamina bertujuan untuk membantu UMKM agar tetap produktif sekaligus membangun perekonomian lokal. Kami berharap bantuan ini dapat mendorong UMKM naik kelas dengan tetap mengembangkan bisnisnya serta meningkatkan pendapatan dalam kondisi apapun," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2020).

Diungkapkannya, bantuan perizinan dan sertifikasi diberikan untuk mendukung kelancaran usaha bagi 102 pelaku usaha yang tersebar di Sumatera Utara, Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Bantuan ini berupa kegiatan pendampingan perizinan meliputi PIRT dan IUMK, lalu pelatihan dan sertifikasi halal serta barcode produk. Kegiatan pendampingan dimulai dari pengisian form pendaftaran, pendaftaran, audit hingga terbitnya sertifikat atau perizinan.

Fajriyah menambahkan program Kemitraan Pertamina bertujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar lebih produktif, tangguh, dan mandiri. Selain modal, melalui program ini, UMKM juga bisa mendapatkan fasilitas pelatihan, pembinaan, dan pendampingan usaha.

Menurutnya, upaya penguatan UMKM merupakan aspek penting dalam meningkatkan perekonomian. Untuk itu, sebagai BUMN, Pertamina peduli terhadap keberlangsungan UMKM untuk tetap tumbuh dan berkembang di tengah kondisi tekanan terhadap dunia usaha.

Adapun UMKM yang diberi dukungan modal terdiri dari berbagai sektor, yakni sektor Industri, Perdagangan, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Jasa, dan Perkebunan. Sementara area persebarannya meliputi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

(prf/ega)