NasDem Sayangkan Larangan Bus Jurusan Jakarta Batal: Keselamatan Terpenting

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 17:40 WIB
Sejumlah bus AKAP menjalani pemeriksaan kelaikan jalan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (23/3/2015). Langkah ini untuk memberikan kenyamanan bagi para penumpang.
Ilustrasi bus AKAP (Dok. detikcom)
Jakarta -

Partai NasDem menyayangkan kebijakan Pemprov DKI menyetop atau melarang operasi bus jurusan Jakarta dibatalkan. NasDem menilai larangan operasi bus tujuan Jakarta dapat mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di daerah-daerah dengan fasilitas kesehatan yang terbatas.

"Saya mendukung kebijakan Gubernur Anies untuk menghentikan operasional bus AKAP, walaupun akhirnya kebijakan ini ditunda. Padahal hal ini penting sekali demi menghindari penyebaran Corona ke daerah-daerah dengan fasilitas kesehatan yang lebih terbatas dibanding Jakarta," kata Bendum Partai NasDem Ahmad Sahroni kepada wartawan, Selasa (31/5/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan PP tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus Corona. Sahroni meminta pihak kepolisian lebih aktif mendisiplinkan warga yang masing kumpul-kumpul agar penerbitan PP tersebut efektif.

"Keselamatan warga itu paling penting. Karenanya, jika memang kebijakan yang diambil pemerintah adalah untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar, maka enforcement-nya harus dipertegas, misalnya melalui peran polisi yang lebih aktif dalam mendisiplinkan warga yang masih suka kumpul-kumpul," jelasnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR itu menegaskan bahwa saat ini keselamatan rakyat adalah yang utama. Ia meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan jiwa warga dibanding pertimbangan ekonomi.

"Ini kondisi sudah darurat. Pemerintah harus betul-betul memikirkan keselamatan warganya, seperti halnya Presiden Ghana yang ketika mengumumkan partial lockdown di Ghana. Dia (Presiden Ghana) menyebut bahwa 'kami tahu cara menghidupkan kembali perekonomian. Yang kami tidak tahu adalah cara menghidupkan kembali manusia'. Nah, apakah pemerintah kita sudah ada pertimbangan seperti itu?" papar Sahroni.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatalkan rencana Pemprov DKI Jakarta menyetop atau melarang operasi bus jurusan Jakarta. Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan tujuan penyetopan operasi bus untuk mencegah wabah virus Corona menular ke daerah lain.

"Perlu dipahami bahwa Jakarta ini sudah jadi episentrumnya wabah COVID-19. Yang keluar dari Jakarta itu, yang sehat, sebetulnya bisa saja sudah terpapar. Begitu yang bersangkutan sudah terpapar merasa sehat, dia menjadi carrier buat masyarakat lain yang di luar zona merah ini," kata Syafrin saat dihubungi, Selasa (31/3).

(zak/gbr)