Cegah Corona, Lapas Jambi Tutup Akses Kunjungan-Tak Terima Tahanan Baru

Ferdi Almunanda - detikNews
Senin, 30 Mar 2020 03:55 WIB
ilustrasi corona
Foto: ilustrasi corona
Jakarta -

Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jambi kini tengah menerapkan aturan ketat di tengah pandemi Corona (COVID-19) saat ini. Pihak Lapas mulai menutup akses kunjungan keluarga serta tidak menerima tahanan baru, baik dari penyidik Polri maupun Jaksa Penuntut sebagai antisipasi penyebaran virus Corona.

"Bersama ini dengan hormat kami laporkan upaya dan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di Lapas Jambi sebagai berikut, menutup kunjungan keluarga sementara waktu dan tidak menerima tahanan baru, baik dari Penyidik Polri maupun Jaksa Penuntut sebagai antisipasi penyebaran virus Corona," kata Kalapas Jambi, Yusran Saad dari rilis yang diterima detikcom, Minggu (29/3/2020).

Selain menutup akses masuk pengujung dan tidak menerima tahanan baru, pihak Lapas Jambi juga melakukan kebijakan lainnya yaitu menunda sementara pengeluaran tahanan, baik untuk kepentingan rekonstruksi, pemusnahan maupun barang bukti ataupun pelaksanaan sidang.

"Saat ini pelaksanaan sidang sementara dengan menggunakan sarana Video Conference atau Teleconference melalui aplikasi yg tersedia. Dengan menyiapkan ruang sidang sebanyak 4 ruang di dalam Lapas," ujar Saad.

Saad menyebut pihaknya melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala ke dalam blok hunian, lingkungan sekitar blok hunian, serta lingkungan kantor dan seluruh tempat yang sering dilalui. Menurutnya, pihak lapas juga melakukan aturan ketat kepada seluruh warga binaan agar rutin melakukan penjemuran kasur dan sarana tidur serta pakaian setiap hari secara bergantian.

Para warga binaan juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan, olahraga mandiri dengan memanfaatkan sarana olahraga yang ada sebagai bentuk pencegahan virus Corona. "Kita juga meniadakan pelaksanaan apel pagi dan apel siang pegawai. Sesuai dengan penerapan social distancing. Kita juga telah memberlakukan work from home atau kerja di rumah bagi staf JFU dan JFT dan diatur piket dari masing-masing seksi dan bagian untuk melaksanakan tugas di kantor dan sebagian melaksanakan tugas di rumah,'' ujar Saad

Tidak hanya itu, kata dia, pengaturan jadwal regu jaga juga diatur sedemikian rupa sehingga dalam sehari hanya ada regu pagi dan regu malam. Dia berharap dengan aturan tersebut dapat mengurangi frekuensi keluar masuknya manusia ke dalam Lapas.

"Bagi petugas P2U wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan plastik dan masker sebagai bentuk melindungi petugas dari penyebaran virus Corona," pungkasnya.

(fas/fas)