Cegah Corona, Gubernur Larang WNA Masuk ke Gorontalo Mulai 31 Maret

Ajis Khalid - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 11:32 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (Ajis Khalid/detikcom)
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (Ajis Khalid/detikcom)
Gorontalo -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo akan melarang warga negara asing (WNA) masuk dan keluar Gorontalo mulai 31 Maret 2020. Pelarangan ini merupakan bentuk pencegahan agar virus Corona tidak masuk ke Gorontalo.

"Pelarangan masuk WNA sudah dirapatkan kemarin, surat edarannya juga sudah ada. Mulai Selasa besok WNA tidak boleh lagi ada yang masuk. Mereka yang sudah di Gorontalo tidak boleh lagi keluar," kata Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Minggu (29/3/2020).

Selain itu, Rusli mengatakan, pihaknya memperpanjang waktu penutupan jalur darat di empat titik perbatasan. Sementara sebelumnya penutupan dimulai pukul 18.00 hingga 06.00 Wita, mulai Senin (30/3) besok menjadi pukul 17.00-08.00 Wita.

"Penutupan ini kami lakukan bertahap. Jadi besok waktu buka perbatasan tinggal sembilan jam. Jika eskalasinya terus memburuk, kita akan tutup total akses masuk," tegas Rusli.

Rusli juga mengungkapkan saat ini pihaknya mengisolasi enam tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Jepang. Mereka diisolasi di Badan Diklat Provinsi Gorontalo Kampus I hingga 14 hari ke depan. Keenam TKI itu belum diketahui terinfeksi Corona atau tidak.

"Ada enam orang TKI dari Jepang yang kita isolasi di sana. Tidak menutup kemungkinan semua orang yang memaksa datang Gorontalo akan kita lakukan hal serupa," jelas Rusli.

(zap/zap)