Penyebab, Asal Mula, dan Pencegahan Virus Corona di Indonesia

Niken Widya Yunita - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 17:46 WIB
PT KAI menggelar sosialisasi pencegahan virus corona di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sosialisasi digelar guna mencegah penyebaran COVID-19.
Foto: Rifkianto Nugroho/Penyebab, Asal Mula, dan Pencegahan Virus Corona di Indonesia
Jakarta -

Virus corona atau Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Penyebaran virus yang belum ditemukan penawarnya itu hingga kini tak terkendali. Sudah 200 lebih negara di dunia melaporkan adanya kasus terpapar virus corona.

Di Indonesia kasus ini pertama kali ditemukan pada dua warga Depok, Jawa Barat awal Maret lalu. Data hingga Sabtu, 28 Maret 2020 jumlah warga yang dinyatakan positif terkena virus corona mencapai 1.155 dan 102 di antaranya meninggal dunia.

Cepatnya penyebaran virus ini di Indonesia menurut Juru Bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto karena banyak warga yang tak mengikuti imbauan untuk tetap di rumah.

Pada Jumat (27/3/2020), Yuri menyebutkan, peningkatan jumlah kasus positif menjadi seribuan di Indonesia karena terjadi penularan di luar (rumah warga). Padahal pemerintah menginstruksikan masyarakat salah satunya untuk melakukan social distancing atau menjaga jarak. Bila instruksi ini tidak dipatuhi, risiko penularan akan membesar.

Penularan Virus Corona atau COVID-19

Virus corona menular lewat lendir (droplet) manusia positif COVID-19 yang meloncat ke manusia negatif COVID-19. Lendir itu terciprat saat manusia positif COVID-19 bersin, batuk, atau berbicara lalu terkena orang lain yang negatif.

Pencegahan Mandiri

Setiap warga berperan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau COVID-19. Caranya seperti instruksi pemerintah, yakni: melakukan social distancing dan tidak keluar rumah. Bagi para pekerja diimbau untuk kerja dari rumah atau work from home.

Sayangnya menurut Yuri masih banyak warga yang berkerumun di luar rumah. Inilah yang menyebabkan lonjakan kasus virus corona di Indonesia.

Selain itu, lanjut Yuri, penularan virus corona paling banyak terjadi melalui tangan. Dia mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir sebelum melakukan kegiatan apapun.

Pemerintah juga telah melakukan langkah-langkah pencegahan virus corona, seperti:

1. Menyediakan beberapa unit thermo scnanner di pintu-pintu kedatangan internasional di berbagai bandara.

2. Pemerintah melarang penerbangan maskapai Indonesia ke China.

3. 238 WNI juga telah divekuasi dari China dan diobservasi kesehatannya selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau.

4. Mengimbau mengganti sholat Jumat dengan sholat zuhur di rumah. Hal itu merujuk fatwa dari MUI.

5. Pemerintah juga mengimbau pelaksanaan ibadah semua agama dilakukan di rumah saja.

6. Terakhir, masyarakat diimbau untuk tidak mudik lebaran oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Hal ini untuk mencegah orangtua yang rentan akan tertular virus corona.

Untuk diketahui, pasien positif virus corona pertama kali ditemukan di Depok, Jawa Barat. Pasien positif itu tertular corona dari seorang warga negara Jepang yang sempat datang ke Jakarta. Pasien positif corona tersebut kini sudah sembuh setelah diisolasi di RS Sulianti Saroso.

Hati-hati! Tangan Jadi Perantara Terbanyak Penularan Covid-19:

[Gambas:Video 20detik]



(nwy/erd)