Kerajaan Medang: Sejarah hingga Peninggalan Runtuhnya

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 18:41 WIB
Candi Prambanan ditutup sementara saat pandemi Corona
Kerajaan Medang/Foto: Candi Prambanan (Jauh Hari./detikcom)
Jakarta -

Indonesia memiliki berbagai kerajaan di masa lampau, salah satunya kerajaan Medang. Kerajaan ini terletak di Jawa Timur dan merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah.

Kerajaan ini juga dikenal dengan nama Kerajaan Medang Kamulan. Banyak peninggalan Kerajaan Medang Kamulan yang menjadi saksi sejarah berdirinya kerajaan Hindu ini.

Berikut fakta-fakta Kerajaan Medang:

1. Sejarah Kerajaan Medang

Kerajaan Medang berdiri di Jawa Timur pada abad ke-10 dengan Ibu Kota Wantan Mas yang terletak di kawasan sungai Brantas. Sebelumnya, Kerajaan Medang berdiri di Jawa Tengah dengan nama Kerajaan Mataram.

Lokasi kerajaan harus pindah ke Jawa Timur karena letusan Gunung Merapi menghancurkan Kerajaan Mataram. Berdasarkan Prasasti Mantyasih, raja pertama Kerajaan Medang saat berada di Jawa Tengah adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya.

Puncak kejayaan terjadi pada tahun 898-910 masehi. Kala itu, Kerajaan Medang dipimpin oleh Raja Balitung dan memiliki kekuasaan meliputi Bagelen di Jawa Tengah hingga Malang di Jawa Timur.

Selain itu, ada juga yang menyebutkan puncak kejayaan Kerajaan Medang terjadi pada masa Raja Airlangga. Hal itu tertulis dalam kitab Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa.

2. Raja Kerajaan Medang

Sistem pemerintahan Kerajaan Medang Kamulan adalah monarki atau sistem pemerintahan kerajaan. Ada beberapa raja yang tertulis dalam sejarah kehidupan politik Kerajaan Medang Kamulan setelah pindah ke Jawa Timur.

Raja pertama Kerajaan Medang di Jawa Timur bernama Mpu Sindok. Raja ini memerintah bersama sang istri Sri Wardhani Pu Kbih selama lebih dari 20 tahun.

Ada banyak kebijakan yang dikeluarkan Mpu Sindok demi menjaga keberlangsungan hidup Kerajaan Medang, misalnya membangun bendungan hingga waduk.

Kemudian, Kerajaan Medang juga pernah dipimpin oleh Raja Dharmawangsa Teguh yang merupakan cucu Mpu Sindok. Raja ini dikenal sangat peduli terhadap rakyatnya.

Bahkah, Raja Dharmawangsa pernah menurunkan tentara guna merebut perdagangan yang dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya. Sayang, pertempuran tersebut nihil dan justru mengundang serangan balik.

Akibat serangan balik tersebut, Raja Dharmawangsa terbunuh. Kejadian ini dikenal sebagai penyerangan Pralaya. Selepas dari itu, Kerajaan Medang dipimpin oleh Raja Airlangga.

Raja Airlangga merupakan keponakan dari Raja Dharmawangsa. Ia merupakan anak dari Raja Bali Udayana yang menikah dengan Mahendradatta atau saudara dari Raja Dharmawangsa.

Terpilihnya Raja Airlangga karena seluruh keluarga Raja Dharmawangsa telah terbunuh dalam penyerangan Pralaya. Sehingga Airlangga berusaha untuk membalas dendam dan mengembalikkan kehormatan dari Kerajaan Medang.

Raja Airlangga berhasil memulihkan Kerajaan Medang dengan menaklukan raja-raja di bawah Kerajaan Sriwijaya. Ia pun memindahkan Ibu Kota Kerajaan Medang ke Kahuripan.

3. Keruntuhan Kerajaan Medang

Runtuhnya Kerajaan Medang Kamulan dimulai setelah dipimpin oleh Raja Airlangga. Kerajaan tersebut terpaksa dibagi menjadi dua kerajaan, yakni Kerajaan Janggala dan Kerajaan Kediri.

Keputusan tersebut dilakukan oleh Raja Airlangga guna mencegah terjadinya perang saudara. Diketahui, sang putri dari permaisuri Raja Airlangga memutuskan untuk tidak terlibat dalam kerajaan dan menjadi seorang petapa.

Akhirnya, Kerajaan Medang diberikan putra-putra dari selir Raja Airlangga. Sehingga sejarah Kerajaan Medang berakhir di zaman pemerintahan ini.

4. Peninggalan

Ada banyak peninggalan Kerajaan Medang Kamulan yang tercatat oleh sejarah. Pertama Prasasti Mpu Sindok yang menceritakan kehidupan politik Kerajaan Medang Kamula di masa Mpu Sindok.

Kemudian, Prasasti Bangli yang menceritakan pembangunan candi sebagai tempat peristirahatan sang mertua dari Mpu Sindok, Rakyan Bawang.

Selain prasasti, Kerajaan Medang juga memiliki peninggalan candi seperti, Candi Prambanan, Candi Kalasan, dan Candi Ijo yang terletak di Jawa Tengah.

(pay/erd)