Round-Up

Heboh Profesor Unsyiah 'Tawarkan' Ekstrak Ganja untuk Obat Corona

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 08:17 WIB
Pengobatan Corona
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Musri mencontohkan, ketika virus seperti Corona masuk, maka pasien akan mengalami peradangan paru-paru. Akibatnya terjadi penumpukan dan pemecahan sel-sel yang disebut sitokin.

Nah, beberapa peneliti, kata Musri, mencoba mengobati pasien tersebut dengan kandungan ekstrak ganja. Hasilnya, CBD mampu menjadi anti peradangan dan anti inflamasi.

"Saya mengambil kesimpulan kalau CBD pada penyakit tersebut bisa melakukan anti inflamasi, mengapa tidak pada kasus Corona," bebernya.

Contoh lainnya penelitian terhadap penyakit herpes. Musri mengatakan, dalam penelitian itu, diketahui virus yang menyebabkan penyakit herpes sangat cepat membelah diri ketika berada di dalam tubuh penderita. Hal itu serupa dengan yang terjadi pada kasus virus Corona.

Cepatnya virus herpes membelah diri pun mengakibatkan inflamasi. Musri menjelaskan akibat inflamasi tersebut menyebabkan perangsangan antibodi yang berlebihan sehingga mengakibatkan kegagalan pada organ khusus.

Dalam penelitian itu, Musri mengungkapkan CBD mampu mengendalikan pintu masuk virus ke dalam sel. CBD juga menunjukkan kemampuannya sebagai pengendali dari sistem imun yang aktif secara berlebihan yang menyebabkan peradangan dan kegagalan organ.

"CBD yang diuji pada kasus itu ternyata mampu menghentikan pengeluaran antibodi yang berlebihan pada sistem imun. Saya menganalogikan kondisi itu karena sama dengan kasus yang terjadi pada Corona," jelas Musri.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3