'Negara Lockdown' Gegara Corona Makin Banyak, Ini Daftarnya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 12:25 WIB
Mengikuti California, negara bagian New York di Amerika Serikat (AS) juga di-lockdown dalam upaya mengatasi pandemi virus Corona yang merajalela.
Foto: Situasi lockdown di New York, AS (Getty Images)


2. Italia: 9 Maret

Negara di Eropa ini dilanda COVID-19 dengan jumlah korban jiwa sangat banyak. Dilansir Channel News Asia, Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte me-lockdown atau mengkarantina negaranya pada 9 Maret 2020 hingga (rencananya) 3 April 2020, lewat dekrit yang dia teken.

"Seluruh wilayah Italia akan menjadi zona yang dilindungi," tegasnya. "Seluruh pergerakan di negara ini harus dihindari kecuali didasari oleh tiga situasi spesifik. Alasan pekerjaan, alasan kebutuhan atau alasan kesehatan," cetus PM Conte.

Lockdown awalnya dilakukan parsial untuk kawasan Lombardia dan sekitarnya, namun lockdown secara nasional diberlakukan pada 12 Maret. Dengan diberlakukannya lockdown nasional, perjalanan keluar dan masuk Italia juga pergerakan antar kota akan dibatasi.

Keputusan lockdown se-negara itu diambil Italia setelah 463 orang meninggal akibat virus Corona di negara itu.

3. Polandia: 13 Maret

13 Maret 2020, Polandia mengumumkan lockdown untuk sementara waktu guna mencegah penyebaran virus Corona di negaranya. Otoritas Polandia menutup seluruh akses untuk WNA yang masuk ke Polandia.

Dilansir Poland In, yang tampil ke muka publik untuk mengumumkan lockdown adalah Perdana Menteri Mateusz Morawiecki. Sekolah diliburkan dua pekan. Bioskop, museum, restoran, bar, dan kasiono ditutup.

Penerapan lockdown dimulai keesokan harinya, yakni 14 Maret 2020. Kemudian, penghentian penerbangan dan kereta api rute luar negeri dilakukan pada 15 Maret. Konsentrasi massa di atas 50 orang tidak diperbolehkan. Lockdown berlangsung 10 hari, namun berpotensi diperpanjang.

"Negara ini tidak akan mengabaikan warganya. Namun, di situasi ini, kita tidak bisa tetap membuka perbatasan untuk orang asing," kata Morawiecki, dilansir Business Insider.

4. El Salvador: 11 Maret

11 Maret, negara kecil dan padat di Amerika Tengah ini mengumumkan lockdown. Presiden El Salvador Nayib Bukele tampil mengumumkan keputusan penting tersebut.

Bukele mengatakan Direktorat Jenderal Imigrasi akan menolak kedatangan orang asing ke negaranya, kecuali diplomat dan warga El Salvador sendiri. Namun, semua yang diperbolehkan masuk harus dicek kesehatan dan dikarantikan 30 hari. Ini lebih lama ketimbang karantina 14 hari sebagaimana yang diterapkan di Indonesia sampai saat ini.

Dilansir The Guardian, Bukele memerintahkan tiga pekan pelarangan pertemuan massa, termasuk konser dan acara olahraga.

5. Irlandia: 12 Maret

Irlandia mengumumkan lockdown pada 12 Maret 2020. Otoritas Irlandia meminta warganya tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas luar berlebih. Sejumlah tempat, seperti lembaga pendidikan, sekolah, dan lembaga budaya, juga ditutup oleh otoritas Irlandia.

Keputusan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Leo Varadkar. "Sejak jam enam sore hari ini, langkah lanjutan akan diterapkan, dan mereka akan tetap di dalam tempatnya sampai 29 Maret," kata dia, 12 Maret lalu.

Rakyatnya diperintahkan bekerja dari rumah, pelajar belajar dari rumah tanpa harus ke sekolah. Hal yang tidak ditutup atau dihentikan adalah transportasi publik, toko-toko, dan restoran. Namun social distancing diterapkan. Demikian dilansir The Irish Post.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4