Penumpang Turun 90% Gegara Corona, MRT Kembali Ubah Jadwal Keberangkatan

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 11:36 WIB
Para penumpang MRT Jakarta menggunakan moda transportasi umum tersebut dengan menjaga jarak sosial dari tanda silang yang dibuat oleh pengelola, di Jakarta, Jumat (20/3/2020). MRT Jakarta membuat tanda silang sebagai kursi yang tidak perlu diduduki di kursi kereta atau di peron ruang tunggu untuk membuat jarak sosial (social distancing) seperti yang disarankan pemerintah. Social Distancing untuk mencegah penyebaran virus Corona.
MRT (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan evaluasi jumlah penumpang dalam tiga hari terakhir. Hasilnya, jumlah penumpang di tiga hari terakhir ini hanya berkisar 3.000 hingga 13 ribu.

"Penurunan jumlah penumpang yang semakin berkurang signifikan, yaitu secara berturut-turut 13 ribu, 10 ribu, dan yang terakhir mencapai titik 3 ribu penumpang," Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Persero), Muhammad Effendi dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2020).

Effendi mengatakan angka tersebut menunjukkan penumpang berkurang lebih dari 90 persen. Penurunan jumlah itu, jelasnya, merupakan imbas dari kebijakan terkait transportasi publik seiring status DKI yang menjadi Tanggap Darurat Bencana COVID-19.

"Evaluasi kami dalam tiga hari terakhir ini, jumlah penumpang telah berkurang hingga lebih dari 90 persen dari jumlah penumpang di hari normal," ujarnya.

Karena itu, mulai hari ini, MRT memperbarui kebijakan layanannya. Effendi mengatakan hari ini MRT menerapkan jarak keberangkatan antar kereta tiap 10 menit. Sebelumnya, MRT menerapkan headway 5 menit di jam sibuk.

"Jarak keberangkatan antar kereta (headway) tiap 10 menit selama jam operasional (pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB)," kata Effendi.

Tangkal Corona, Baznas Semprot Disinfektan ke Transportasi Publik:

Selanjutnya
Halaman
1 2