Darurat Corona, Nadiem Diminta Pakai TVRI-RRI Jangkau Siswa Tak Mampu

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 15:05 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Pandemi virus Corona benar-benar berdampak ke dunia pendidikan. Ujian Nasional (UN) SMA batal, para pelajar disuruh belajar dari rumah. Internet adalah solusi modern untuk kegiatan belajar-mengajar jarak jauh. Namun tak semua siswa-siswi sekolah punya ponsel pintar, komputer, maupun laptop.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang dipimpin Nadiem Makarim telah melakukan kerja sama dengan pihak swasta, seperti Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Ruangguru, Sekolahmu, dan Zenius. Itu semua demi melancarkan pembelajaran daring atau e-learning di era pandemi ini.

Pemerhati pendidikan dari Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa (PKBTS) Ki Darmaningtyas menyampaikan, tidak semua anak-anak Indonesia usia sekolah punya ponsel pintar, komputer, ataupun laptop. Sebagian lagi punya ponsel pintar, namun kesusahan membeli paket data internet. Anak-anak yang kurang mampu itu bakal tercecer bila sistem pembelajaran jarak jauh hanya dilakukan via internet.

"Kalau pakai aplikasi, maka syaratnya adalah siswa-siswi harus ada ponsel pintar Android maupun laptop. Padahal tidak semua punya," kata Darmaningtyas, Selasa (24/3/2020).

Siswa tak mampu jelas susah menggenggam ponsel pintar. Keterbatasan biaya menjadi ganjalannya. Siswa-siswi 'offline' ini tak hanya hidup di pelosok, bahkan banyak anak-anak di perkotaan juga kesulitan mengakses internet. Pendekatan Kemdikbud kepada anak-anak kurang mampu ini perlu disesuaikan.

"Gunakanlah media yang bisa diakses semua warga, media yang tanpa perlu kuota dan ponsel Android," kata Darmaningtyas.

Selanjutnya
Halaman
1 2