Round-Up

Corona Makin Gawat, Jam Malam Diberlakukan di Arab

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 06:56 WIB
A small number of pilgrims circumambulate around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, during the minor pilgrimage, known as Umrah, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Monday, March 2, 2020. At Islam’s holiest site in Mecca, restrictions put in place by Saudi Arabia to halt the spread of the new coronavirus saw far smaller crowds than usual on Monday. (AP Photo/Amr Nabil)
Foto: AP/Amr Nabil
Jakarta -

Virus Corona (COVID-19) di Arab Saudi semakin gawat. Kini, jam malam pun diberlakukan di Arab Saudi untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Jam malam itu mulai berlaku pada Senin (23/3) kemarin. Kerajaan Saudi memerintahkan diberlakukan jam malam mulai pukul 19.00 hingga pukul 06.00 pagi waktu setempat selama 21 hari ke depan. Aturan itu dikecualikan untuk pekerja sektor kesehatan, keamanan dan militer.

Pemberlakuan jam malam dilakukan menyusul adanya penambahan kasus COVID-19 di Saudi pada Minggu (22/3) lalu. Saat itu, total ada 511 kasus COVID-19 di Arab Saudi.

Sementara, per malam kemarin, pukul 20.31 WIB, berdasarkan data dari Johns Hopkins University & Medicine, tercatat Saudi telah memiliki 562 kasus COVID-19. 19 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Saudi sendiri sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. Misalnya menutup bioskop, mal dan restoran.

Mereka juga menghentikan sementara penerbangan internasional juga domestik dan menghentikan umroh untuk tahun ini. Tak hanya itu, Otoritas Saudi bahkan menghentikan sementara ibadah salat berjemaah di seluruh masjid di wilayahnya, kecuali di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Sebagai negara pengekspor minyak mentah utama dunia, Saudi juga menghadapi jatuhnya harga minyak yang selama ini menjadi sumber pemasukan pemerintah. Harga minyak merosot di bawah US$ 25 per barel, yang merupakan angka terendah dalam 18 tahun, akibat lesunya permintaan karena virus Corona dan perang harga dengan Rusia.

Raja Salman sendiri pada pekan lalu telah memperingatkan bahwa perjuangan memerangi virus Corona akan 'lebih sulit' ke depannya. Mengingat saat ini mereka tengah menghadapi pukulan ganda dari serangkaian penutupan itu dan jatuhnya harga minyak.

"Kita sedang melalui tahap yang sulit," ucap Raja Salman dalam pidatonya, seperti dilansir AFP, Jumat (20/3).

"Tahap selanjutnya akan jauh lebih sulit di level global untuk menghadapi penyebaran cepat dari pandemi ini," imbuhnya.

(mae/eva)