SBY: Pemerintah Makin Sigap Perangi Corona, Lockdown Bila Terpaksa

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 10:44 WIB
jokowi, jokowi berbicara, jokowi bertemu sby, sby bertemu jokowi, jokowi sby, sby jokowi
Potret Presiden Jokowi saat bertemu SBY beberapa waktu lalu. (Foto: dok Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memandang langkah pemerintah dalam memerangi penyebaran virus Corona (COVID-19) semakin baik. Di sisi lain, opsi 'penguncian' negara atau lockdown disebut SBY belum diperlukan tapi bisa dimungkinkan bila keadaan memaksa.

"Dalam perangi virus Corona, saat ini pemerintah tunjukkan kesigapan, kecepatan & kerjasama yang makin baik. Pemerintah daerah juga lakukan langkah nyata & keseriusan yang tinggi. Rakyat makin tenang," kata SBY.

Hal itu disampaikan Presiden Republik Indonesia ke-6 tersebut melalui akun Twitter resminya, @SBYudhoyono, bercentang biru, Senin (23/3/2020). SBY mengajak seluruh masyarakat mendukung langkah pemerintah menangani Corona. SBY menyebut dirinya terus memantau perkembangan penanganan Corona di dalam maupun luar negeri.

"Mari kita dukung pemerintah, dengan melakukan apa yang diharapkan & diinstruksikan pemerintah. Sudah satu minggu ini saya & keluarga tinggal di rumah. Membatasi kegiatan & tidak ke mana-mana. Terus ikuti perkembangan situasi di Indonesia & negara-negara lain," ujarnya.

SBY mengatakan, bila setiap masyarakat melakukan swakarantina, tak perlu dilakukan lockdown. SBY menilai lockdown dilakukan jika kondisi terpaksa untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

"Kalau masing-masing lakukan 'lockdown' atau 'mengkarantina diri sendiri', tak perlu dilakukan 'lockdown' di kota-kota. Penyebaran COVID-19 bisa kita batasi. Seperti negara lain, 'lockdown' dilakukan hanya jika terpaksa, guna menyelamatkan jiwa penduduk," ucap mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Kesehatan Mental Milenial Rentan di Masa Social Distancing:

Selanjutnya
Halaman
1 2