Pernyataan Lengkap Jokowi soal RS Darurat dan Insentif Tenaga Medis

Dhani Irawan , Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 10:24 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Baru saja tadi saya mengecek kesiapan Wisma Atlet ini yang akan kita gunakan untuk persiapan penanganan virus COVID-19. Perlu saya sampaikan bahwa Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang yang saat ini yang telah disiapkan adalah untuk 3 ribu pasien dengan wilayah ruang yang telah ditata dengan sebuah manajemen yang baik, baik itu untuk pasien, untuk dokter, untuk paramedis, semuanya ditempatkan dengan manajemen manajemen ruang yang berbeda

Saya juga melihat sarana prasarana telah siap baik untuk ruang penanganan pasien, baik ventilator semuanya sudah siap, APD sudah siap, sehingga kita harapkan nanti sore rumah sakit darurat untuk Corona ini sudah bisa dipakai. Tapi saya berharap rumah sakit darurat Corona ini tidak digunakan, artinya rumah sakit yang ada yang telah kita siapkan jauh hari sebelumnya telah bisa melaksanakan penanganan virus Corona ini

Masih banyak keluhan mengenai yang berkaitan dengan kelangkaan APD. Perlu saya sampaikan bahwa sekarang ini 180 negara kurang lebih, semuanya berebutan untuk mendapatkan baik itu APD, baik itu masker, baik itu sanitizer, semuanya, semua negara. Dan kita alhamdulillah pada hari Sabtu kemarin, kita telah siap lagi 105 ribu APD yang ini, pada hari ini akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ada di Tanah Air.

45 Ribu unit akan didistribusikan di DKI, di Bogor, dan di Provinsi Banten. Kemudian 40 ribu unit akan didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali. Dan 10 ribu akan didistribusikan ke seluruh provinsi yang ada di luar Jawa, serta 10 ribu sebagai cadangan

Dan pada hari ini saya juga ingin menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan chloroquine, ini adalah produksi negara kita, produksi Indonesia, barang ini adalah produksi Kimia Farma. Yang pertama bahwa chloroquine ini adalah bukan obat first line, tapi obat second line, karena memang obat COVID-19 ini belum ada dan juga belum ada antivirusnya. Tapi dari pengalaman beberapa negara, chloroquine ini sudah digunakan dan banyak pasien COVID-19 yang sembuh dan membaik kondisinya.

Obat ini bukan obat bebas, jadi penggunaannya harus melalui resep dokter. Pemerintah telah memiliki stok chloroquine ini 3 juta. Jadi untuk pasien COVID-19 yang ada di rumah sakit, jika dianggap dokter yang merawatnya chloroquine ini cocok untuk pasien tersebut, pasti akan diberikan

Yang terakhir, saya ingin menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam, belasungkawa yang dalam atas berpulangnya dokter, perawat, dan tenaga medis, yang telah berpulang ke haribaan Allah SWT. Mereka, beliau-beliau telah berdedikasi berjuang sekuat tenaga dalam rangka menangani virus Corona ini Atas nama pemerintah, negara, dan rakyat, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras beliau-beliau, atas perjuangan beliau-beliau dalam rangka mendedikasikan dalam penanganan COVID-19

Dan pada kesempatan yang baik ini juga, kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan telah dihitung oleh Menteri Keuangan bahwa akan diberikan insentif bulanan kepada tenaga medis. Dokter spesialis akan diberikan Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi akan diberikan Rp 10 juta, bidan dan perawat akan diberikan Rp 7,5 juta. Dan tenaga medis lainnya akan diberikan Rp 5 juta. Kemudian juga akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 300 juta dan ini hanya berlaku untuk daerah yang telah menyatakan tanggap darurat.

Halaman

(aud/)