Stafsus Jokowi Belva: Generasi Milenial Penular Corona Terbesar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 10:14 WIB
Adamas Belva Syah Devara
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Staf Milenial Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara, menyebut kalangan milenial sebagai generasi penular virus Corona terbesar. Dia mengimbau untuk berdisiplin menjaga jarak dan tetap di rumah.

"Seperti kita ketahui bersama, kasus Coronavirus ini semakin lama sudah semakin tinggi, semakin lama semakin banyak kasus, tentunya ini perlu bantuan dari kita semua, karena kalau kita hanya fokus mitigasi itu sangat sulit," kata Belva dalam konferensi pers yang disiarkan live lewat channel YouTube BNPB Indonesia, Senin (23/3/2020).

Oleh karena itu, menurutnya, edukasi juga menjadi bagian yang penting. Sebab, virus Corona tidak menyebar dengan sendiri, melainkan lewat andil manusia yang menyebarkannya.

"Jadi kita semua itu harus aware, harus tahu peran kita sendiri untuk menghentikan penyebaran virus ini, yaitu dengan jaga jarak. karena kalau kita hanya fokus di mitigasi itu nanti akan sangat berbahaya, kita harus mulai dari kita sendiri, kita tidak sedang berperang dengan siapa-siapa, tapi kita berperang dengan diri sendiri," tuturnya.

Dia menekankan generasi milenial juga menjadi kunci untuk menghentikan penyebaran virus ini. Sebagai milenial, banyak hal yang bisa dilakukan dalam memerangi Corona, di antaranya social distancing dan tetap di rumah.

"Ini kalau saya melihat tadi ini saja saya sangat terpaksa ke sini ya, karena saya biasanya juga work from home, dalam perjalanan ke sini ternyata di jalanan juga masih ramai, itu artinya masih banyak yang ngeyel, masih banyak yang tidak percaya tentang adanya virus ini," ujarnya.

Geger Video Petugas Pakai APD Evakuasi Penumpang Bus di Subang:

Dia mengakui memang masih banyak orang yang harus bekerja. Namun jika bisa bekerja dari rumah, sebaiknya mereka menyetop dulu hangout dan aktivitas tidak penting lainnya.

"Di rumah saja dulu. Kenapa itu penting, karena generasi milenial ini adalah generasi penular terbesar, generasi milenial adalah generasi penular terbesar," tuturnya.

Belva mencontohkan, pada kasus di Korea Selatan, 250 ribu-300 ribu orang dites, baik muda maupun tua. Hasilnya, 30 persen dari kasus Corona ternyata berusia 20-29 tahun.

"Ini tiga kali lebih besar dari age group selanjutnya di 30-39, dan dua kali lebih besar dari pada age group 40-49. Jadi mayoritas sebenarnya yang sakit itu anak muda," ucapnya.

Namun ironisnya, Belva menyayangkan banyak anak muda yang meremehkan dan menganggap virus ini tidak berbahaya bagi dirinya. Padahal sebenarnya virus tersebut berbahaya untuk orang tua, keluarga, dan lainnya.

"Jadi semua harus tahu bahwa kita semua berperan penting untuk setop penyebaran virus ini. Kalau 30 persen kasusnya adalah 20-29, dan kalian tetap meremehkan, kalian tetap ke luar rumah, tetap wara-wiri, itu adalah kuncinya untuk virus ini menyebar dengan cepat. Karena biasanya anak muda ini paling banyak geraknya," tuturnya.

(idh/tor)