Ahli Kesehatan Lingkungan Sebut Cuka Bisa Jadi Disinfektan Cegah Corona

Rahel Narda Catherine - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2020 13:50 WIB
Petugas PMI melakukan penyemprotan disinfektan di SMP 216 dan SMA 68 Jakarta, Senin (16/3/2020). Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona.
Ilustrasi petugas menyemprotkan cairan disinfektan untuk mencegah COVID-19. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Arif Sumantri mengatakan masyarakat dapat membuat disinfektan alami. Dia mengatakan perpaduan antara cuka, air, dan essential oil dapat menjadi alternatif disinfektan alami.

"Kita mendapat satu disinfektan yang alternatif. Banyak sebetulnya. Tapi salah satu yang diinformasikan adalah bagaimana cuka yang biasanya digunakan untuk pempek, cuka yang biasanya digunakan untuk asam itu bisa dipakai sebagai desinfektan," kata Arif dalam konferensi videonya di akun YouTube BNPB Indonesia pada Sabtu (21/3/2020).

Arif menjelaskan cuka atau asam asetat (CH3COOH) memiliki zat antiseptik yang ringan. Menurutnya, hal ini dapat menjadi salah satu cara preventif masyarakat dalam menghadapi virus Corona (COVID-19).

"Kita ketahui cuka merupakan antiseptik yang ringan dan minyak esensial juga menambahkan untuk kualitas antibakteri antivirus dan antijamur. Kemudian disinfektan alami ini bisa memberikan satu preventif bagi masyarakat secara mandiri," jelas Arif.

Mengenal Rapid Test Corona yang Dilakukan secara Massal:


Lebih lanjut Arif juga mengatakan cara membuat disinfektan dari larutan cuka. Dia menjelaskan setengah gelas cuka dapat dicampurkan dengan setengah gelas air, kemudian ditambah sekitar 12 sampai 24 tetes minyak esensial.

"Dengan memanfaatkan setengah cangkir gelas cuka dengan setengah cangkir gelas air ditambah dengan 12 sampai 24 tetes minyak esensial seperti kayu manis kemudian cengkeh kayu putih jeruk nipis maka ini akan menjadi sebuah desinfektan yaitu antiseptik," jelas Arif.

Dia menegaskan alternatif ini dapat digunakan sebagai solusi khususnya saat harga disinfektan sudah mulai mahal.

"Ketika dalam kondisi ini desinfeksi menjadi sebuah harga yang mahal dan kelangkaan tapi tidak ada hal yang menjadi hal yang menjadi halangan karena ada solusi di tengah kesulitan," tutur Arif.

(dkp/dkp)