Istana Minta Kritik soal Penanganan Corona Ditahan Dulu, Utamakan Jaga Jarak

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2020 12:36 WIB
Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman
Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rahman (Sekretariat Kabine)
Jakarta -

Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rahman, meminta kritik-kritik negatif terkait penanganan wabah Corona sebaiknya ditahan sementara waktu. Fadjroel mengatakan pemerintah terus berusaha dalam menghadapi wabah Corona.

"Tidak ada satu pun dari 158 negara yang terkena mempersiapkan diri karena bukan saja kita berhadapan dengan virus baru, tetapi termasuk tidak ada satu negara yang membayangkan seberapa jauh dampaknya kepada masyarakat," ucap Fadjroel dalam acara 'Polemik: COVID-19 Ujian Kebersamaan Kita', Sabtu (21/3/2020).

Dia mengungkapkan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu. Fadjroel mengimbau masyarakat untuk patuh dalam mengikuti arahan pemerintah dalam melakukan social distancing atau mengatur jarak ketimbang melakukan kritik-kritik negatif yang dianggap kontraproduktif.

"Tidak ada satu negara yang dianggap 'Anda salah melakukan ini', 'Anda salah melakukan itu'. Semuanya sedang bekerja sama. Jadi lebih baik kritik-kritik negatif itu ditahan dulu," jelasnya.

"Kalau ada yang bertanya itu, kita tanya balik aja Anda sudah melakukan pembatasan sosial kah? Apakah Anda sudah membantu para tenaga kesehatan daripada hanya sambil tertawa-tawa lewat media sosial? Karena itu sangat tidak membantu buat kita," sambungnya.

Saat ini, katanya, pemerintah memastikan menggunakan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat dan ruang isolasi bagi pasien positif Corona. Lusa, sekitar 2.400 kamar tidur di Wisma Atlet telah dinyatakan siap beroperasi.

"Seperti saat ini kami menyiapkan sarana, salah satunya Wisma Atlet Kemayoran. Di sana kalau 10 tower itu bisa dipakai 22.200 orang. Senin (23/3) esok bisa dipakai sekitar 2.400 kamar," pungkasnya.

RS Rujukan Corona di Parepare Siapkan Tenda Darurat untuk ODP:

(idh/idh)