Cegah Penularan COVID-19, Tahanan di Rutan Polda Metro Diimbau Jaga Jarak

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 19:04 WIB
Rutan Krimum Polda Metro Jaya
Rutan Krimum Polda Metro Jaya (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya mengantisipasi penyebaran virus Corona kepada para tahanan di dalam sel. Salah satunya dengan menerapkan pola social distancing bagi para tahanan.

"Social distancing juga, saya minta jangan dekat dekat dengan temannya tahanan, walau satu sel dan tidur bersamaan harus jaga jarak," kata Dirtahti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas saat dihubungi, Kamis (19/3/2020).

Barnabas memahami kondisi sel yang tidak cukup luas bagi para tahanan. Namun, ia mengimbau para tahanan tetap memberi jarak antarindividu.

"Yang penting jaga jarak satu meter," imbuh Barnabas.

Pihaknya juga memberikan sosialisasi terkait COVID-19 ini kepada para tahanan. Para tahanan diimbau menjaga kesehatan dan kebersihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Segala upaya kita lakukan untuk menjaga, barusan juga saya arahkan ke mereka (tahanan) harus bersih diri, mereka pokoknya harus rajin mandi, pakai sabun, kemudian kedua bersihkan lingkungan sel, blok harus dibersihkan harus dipel pakai karbol," imbuhnya.



Selain itu, Barnabas sudah meminta para tahanan melapor jika mengalami gejala-gejala penyakit. Dia menyebut tim Dokkes Polda Metro akan siap 24 jam menangani tahanan yang sakit.

"Upayakan kalau ada gejala harus lapor ke petugas segera untuk dibawa ke Dokkes. Dokkes 24 jam ini, 7x24 ini, kalau sakit jam berapa pun pasti ditangani," ujar Barnabas.

Kemudian Barnabas juga membatasi waktu kunjungan tahanan menjadi 2 kali dalam seminggu dengan waktu kunjungan maksimal 15 menit. Pengunjung, sebutnya, juga dilarang melakukan kontak tubuh dengan para tahanan.

"Nggak boleh pelukan, salaman, walau suami-istri sekalipun nggak usah dululah pelukan, cium-cium, yang penting jaga jarak satu meter. Karena tahanan rentan ini terkena, kalau dari luar kena, ya sudah kena semua kan bahaya ini satu tahanan," sebut Barnabas.

(maa/mea)