Pernyataan Lengkap Tokoh Agama Batasi Kegiatan Ibadah di DKI Gegara Corona

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 18:39 WIB
Anies Baswedan
Anies Baswedan bersama tokoh agama di Jakarta (Arief/detikcom)

Sekretaris Parisada Hindu Dharma DKI Jakarta, Nengah Darma

Yang terhormat Pak Anies, tadi sudah berikan arahan mendalam bagi agama Hindu khususnya DKI Jakarta. Intinya kami di DKI untuk Hari Raya Nyepi khususnya Melasti yang akan diselenggarakan 22 Maret kami batasi hanya untuk Jakarta Utara yang akan diselenggarakan di Pura Segara Cilincing, Jakarta Utara, dan itu hanya 10 orang, tidak banyak, orang kami batasi.

Untuk tanggal 24, Tawur Agung terbatas hanya di Pura Aditiya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur. Ini terbatas 10, 15 orang. Untuk laksanakan Tawur Agung Kesanga yang kita selenggarakan sampai tengah hari.

Kemudian, kami akan selenggarakan hari Nyepi pada 25 Maret. Bertepatan Nyepi justru kami berada di rumah semua. Dengan adanya virus yang mewabah begitu luasnya, kami akan taat ajaran kami, Sipeng Nyepi, laksanakan Brata penyepian di rumah saja.


Ketua PGI Wilayah DKI Jakarta, Pendeta Manuel Raintung

Saudara-saudara warga Kristiani, warga gereja di Jakarta dalam persekutuan gereja di Indonesia, saat ini kami sepakat untuk serukan pelaksanaan peribadatan kita pada dua hari Minggu ke depan kita menundanya dan dapat laksanakan di rumah melalui petunjuk pedoman yang dilakukan pimpinan gereja.

Kami sangat harapkan para pimpinan gereja, sinode yang ada di Jakarta khususnya, pimpinan klasis, pimpinan distrik, badan perwakilan daerah, musyawarah pelayanan, ditingkat DKI dapat berikan arahan dan petunjuk untuk kita lakukan upaya membantu Jakarta, membantu Indonesia membantu dunia agar seluruhnya mengalami keselamatan, dibebaskan dari wabah COVID-19.

Kami mohon kerja sama dan dukungan doa supaya Jakarta aman dan kita semua mengalami kebahagiaan. Tuhan memberkati.


Wakil Keuskupan Agung Jakarta, Romo Antonius Suyadi

Kami wakili Keuskupan Agung Jakarta mengajak seluruh umat di Provinsi DKI Jakarta, Keuskupan Agung Jakarta, untuk ambil bagian dalam rangka atasi wabah COVID-19, semoga kita semua, sungguh menyadari bahwa ini sangat penting. Sebagaimana yang telah dikeluarkan Keuskupan Agung Jakarta melalui aturan tata cara kehidupan bersama umat Katolik di DKI dan Keuskupan Agung Jakarta, semua ibadah dan doa diselenggarakan pada pribadi dan rumah masing-masing. Semuanya akan kurangi wabah, agar bisa kurangi wabah ini bisa menular lebih jauh. Semoga kita semua, menjalankan dengan baik, jaga diri di rumah, jaga kesehatan, dan berdoa. Mohon seruan pada Tuhan agar wabah ini cepat berlalu, sehingga aktivitas bersama bisa berjalan dengan baik.

Maka kita indahkan seruan bersama agar menjadi tata cara kehidupan bersama untuk kehidupan bersama.


Ketua Walubi DKI Jakarta, Lim Wira Wijaya

Namo Budaya, kami umat Budha di DKI Jakarta akan ikuti seruan Gubernur kita untuk adakan kebaktian di rumah masing-masing sampai redanya wabah ini. Kita akan ikuti seruan dari Gubernur kita.


(aik/azr)