Belum Dilarang Secara Tertulis, Bisakah Penimbun Masker Dijerat Jaksa?

ADVERTISEMENT

Belum Dilarang Secara Tertulis, Bisakah Penimbun Masker Dijerat Jaksa?

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 16:21 WIB
Antrean warga tampak mengular panjang di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta. Para warga rela antre berjam-jam untuk mendapatkan masker murah.
Antre beli masker. (Foto: dok. detikcom)
Sementara itu, jenis Barang Penting terdiri atas benih, yaitu benih padi, jagung, dan kedelai; pupuk; elpiji 3 (tiga) kilogram; tripleks; semen; besi baja konstruksi; dan baja ringan.

Jenis Barang Kebutuhan Pokok dan/atau Barang Penting sebagaimana dimaksud pada ayat (6) tersebut dapat diubah, berdasarkan usulan menteri setelah berkoordinasi dengan menteri/kepala lembaga pemerintah nonkementerian terkait.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan jaksa akan melihat terlebih dahulu pasal yang akan disangkakan kepada pelaku sebelum diberi tuntutan.

"Kami akan lihat dan pelajari dulu perkaranya dari penyidik guna menerapkan ancaman pidananya," ujar Hari saat dimintai konfirmasi, Kamis (19/3/2020).

Sebelumnya diberitakan, fenomena penimbunan dan penyebaran hoax tentang virus Corona (COVID-19) menjadi perhatian serius Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dia meminta jajarannya menuntut para pelaku dengan pidana maksimal.

"Dalam hal penanganan perkara dugaan penimbunan masker, hand sanitizer, dan lain-lain dalam situasi COVID-19 sekarang ini, kami selaku penuntut umum akan selalu berkoordinasi dengan penyidik untuk menerapkan UU yang mengatur ancaman pidana terhadap para pelakunya," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menyampaikan arahan Jaksa Agung ST Burhanuddin, dalam siaran persnya, Kamis (19/3/2020).


(yld/asp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT