Pemuda di Aceh Rekayasa Dirampok-Tangan Terikat Gegara Mahar Belum Cukup

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 08:48 WIB
Kahar Muzakar ditemukan dengan tangan terikat di sungai Aceh.
Foto: Kahar Muzakar ditemukan dengan tangan terikat di sungai Aceh. (dok Polsek Peurelak Polres Aceh Timur)
Banda Aceh -

KM (24) pemuda asal Aceh Timur, Aceh merekayasa perampokan dengan mengikat kedua tangannya. Dia nekat melakukan aksi itu karena mahar untuk nikah belum cukup.

"Dia akan nikah dalam bulan ini dengan perempuan berusia 22 tahun. Mahar pernikahan yaitu 13 mayam emas tapi baru diberikan saat tunangan pada Juni 2019 lalu sebesar dua mayam," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Agus Sarjito saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (19/3/2020).

Mahar di Aceh menggunakan hitungan mayam. Satu mayam ukuran 3,3 gram emas dengan harga berkisar Rp 2,3 atau Rp 2,4 juta permayam.

Menurut Agus, ide rekayasa perampokan dengan kekerasan muncul dibenak KM saat berada di Masjid Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur pada Selasa (17/3) dinihari. Dia membuat skenario tersebut agar keluarga mempelai istri merasa iba terhadap dirinya sehingga mengundurkan tanggal pernikahan.

"Jadi motifnya karena yang bersangkutan tidak memiliki uang untuk memberikan sisa mahar sebesar 11 mayam lagi untuk calon istrinya sedangkan waktu pernikahan akan dilaksanakan sebentar lagi. Sehingga dengan adanya kejadian tersebut dia berharap pihak keluarga mempelai wanita merasa iba dan mengatur ulang kembali waktu pernikahan," ungkap Agus.

Tonton juga Beraksi Brutal Lukai Sopir Taksi Online, Perampok Ini Didor Polisi!:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2