Usul Beli Alat Tes Cepat Corona Diajukan Sejak 10 Maret, Izin Belum Turun

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 21:42 WIB
Direktur Pemberitaan MNC Grup Arya Mahendra Sinulingga
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (Grandyos Zafna/detikcom)

Untuk diketahui, alat rapid test Corona tak hanya diproduksi oleh China saja. Kini beberapa perusahaan farmasi di dunia juga telah memproduksi dan mengembangkan alat diagnostik rapid test atau test kit untuk Corona. Tes Corona dengan alat rapid test ini menggunakan sampel darah untuk tes antibodi. Salah satu perusahaan farmasi yang sudah memproduksinya ialah SD Biosensor, perusahaan farmasi asal Korsel.

Test kit ini didesain untuk tes antibodi pasien menggunakan sampel darah. Test kit ini tak lagi membutuhkan alat tambahan. Hanya dalam waktu 10 menit , hasil tes Corona bisa keluar.

Maka dari itu, Korsel pun bisa melakukan tes besar-besar di negaranya sebagai tindakan preventif menekan korban Corona. Tes ini terbukti efektif sebagai langkah rapid screening.

Tak hanya Korsel. Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS), BioMedomics, pun telah memproduksi dan terus mengembangkan alat rapid test Corona. Alat ini bisa mengeluarkan hasil deteksi dari sampel darah hanya dalam waktu 15 menit.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Mohammad Adib Khumaidi mendorong pemerintah untuk melakukan tes Corona secara besar-besaran bagi semua warga. Adib mencontohkan Korea Selatan yang telah mampu melakukan rapid screening untuk mencegah proses penularan virus Corona (COVID-19).

"Korea Selatan kenapa berhasil dan tidak melakukan lockdown karena di awal sudah dilakukan rapid screening," kata Adib kepada wartawan, Rabu (18/3/2020).

Halaman

(rdp/dnu)