SBY Minta Pemerintah Serius: Awalnya Terlalu Percaya Diri-Anggap Ringan Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 22:48 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Susilo Bambang Yudhoyono (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pemerintah lebih serius dalam penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) di Indonesia. SBY menilai pemerintah perlu melakukan koreksi terhadap langkah penanganan virus Corona yang sudah dilakukan saat ini.

"Langkah yang lebih serius, atau sangat serius, memang diperlukan. Secara jujur harus saya katakan bahwa pemerintah harus melakukan koreksi dan perbaikan atas langkah-langkah awal yang dilakukan," kata SBY dalam keterangan yang diunggah di akun Facebook resminya, Selasa (17/3/2020).

SBY menilai langkah pemerintah awalnya terlalu percaya diri dan menganggap enteng virus Corona. Namun SBY mengapresiasi tindakan pemerintah dalam menangani Corona yang dinilainya semakin nyata.

"Mungkin awalnya terlalu percaya diri (over-confident), menganggap ringan (under-estimate), sementara pernyataan sejumlah pejabat saya nilai tidak tepat (misleading). Tapi itu sudah lewat. Yang positif, tindakan pemerintah kini makin nyata," ujarnya.

SBY mengatakan pandemi Corona di seluruh dunia ini sudah tergolong serius. Ia khawatir dengan semakin bertambahnya jumlah yang positif di Indonesia dan tidak ingin Indonesia menjadi 'pusat' virus yang baru di luar China daratan.

"Untuk Indonesia, negara kita, jumlah penduduk yang terinfeksi jumlahnya belum tergolong besar. Alhamdulillah. Namun, yang mencemaskan jumlahnya makin bertambah. Kita tidak ingin pada saat negara-negara lain sudah susut jumlahnya, justru kita yang meningkat. Jangan sampai Indonesia menjadi 'episenter baru' setelah saat ini bergeser dari Tiongkok ke Eropa," kata SBY.

Selanjutnya
Halaman
1 2