Pemerintah Siapkan Rp 23,4 T untuk Lanjutkan Bangun Kawasan Perbatasan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 22:31 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD membuka Forum Komunikasi dan Koordinasi di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Forum ini dihadiri oleh Alumni Penerima Beasiswa Supersemar.
Menko Polhukam Mahfud Md (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menyediakan dana sebesar Rp 24,3 Triliun untuk melanjutkan program gerakan pembangunan terpadu kawasan perbatasan (gerbang dutas). Menko Polhulam Mahfud Md menyebut bukan hanya tembok dan gedung yang akan dibangun di wilayah perbatasan, tetapi juga sentra ekonomi.

"Nah, tahun 2020 ini, pemerintah menyediakan anggaran Rp 24,3 triliun untuk lanjutkan pembangunan gerbang dutas," kata Mahfud dalam rekaman press update yang diterima wartawan, Selasa (17/3/2020).

"Dan itu dana yang cukup besar, karena bukan hanya membangun apa namanya, gedung atau tembok perbatasan tapi juga di situ direncanakan pembangunan sosial ekonomi sehingga di situ ada sentra-sentra ekonomi dibangun di area itu," sambungnya.

Mahfud menuturkan kegiatan pemerintah dalam menjaga kedaulatan negara masih tetap berjalan seperti biasa. Dia menyampaikan bahwa Kemenko Polhukam bersama dengan Kemendagri sudah melakukan peresmian gerbang dutas pada Senin (16/3) kemarin di Anambas.

"Kegiatan pemerintahan dalam rangka menjaga kedaulatan negara, berjalan seperti biasa. Kemaren Kemenko Polhukam dan Kemendagri melakukan peresmian gerbang dutas di Anambas, untuk pelaksanaan proyek pemantapan batas dan penghitungan batas antara negara periode 2019 atau tahun anggaran 2019," ujarnya.

Mahfud menyebutkan banyak wilayah-wilayah di Indonesia yang berbatasan dengan negara lain. Menurutnya, persoalan mengenai perbatasan itu kerap kali mengalami tumpang-tindih juga saling klaim satu sama lain sehingga dilakukan pembatasan wilayah di Anambas.

"Karena kita punya banyak perbatasan dengan negara lain yang sampe sekarang masih kadang kala tumpang-tindih, kadang kala saling klaim, nah kemaren sudah sampai di gerbang dutas di Anambas," pungkasnya.

(fas/fas)