ADVERTISEMENT

Ini Negara-negara yang Putuskan 'Lockdown' Gegara Virus Corona

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 11:59 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto ilustrasi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)

5. Denmark

Denmark jadi negara kedua di benua Eropa yang dikunci gara-gara virus Corona. Denmark menyusul Italia yang sudah terlebih dahulu diisolasi.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara resmi mengumumkan lockdown terkait mewabahnya virus Corona. Semua TK, sekolah, dan universitas di Denmark tutup selama 2 minggu.

Pemerintah Denmark melarang kegiatan mengumpulkan massa dengan jumlah lebih dari 100 orang. Keputusan tersebut diambil setelah dilaporkan 442 kasus positif virus Corona baru di Denmark selama pekan ini.

6. Irlandia

Irlandia mengumumkan lockdown pada 12 Maret 2020. Otoritas Irlandia meminta warganya tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas luar berlebih.

Sejumlah tempat, seperti lembaga pendidikan, sekolah, dan lembaga budaya, juga ditutup oleh otoritas Irlandia.

7. Polandia

Polandia mengumumkan lockdown untuk sementara waktu guna mencegah penyebaran virus Corona di negaranya. Otoritas Polandia menutup seluruh akses untuk WNA yang masuk ke Polandia.

Data terakhir, tercatat Polandia menangani 125 pasien positif Corona.

8. Arab Saudi

Arab Saudi melakukan hal serupa. Saudi juga melarang warga dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, masuk ke wilayahnya. Ada 51 negara yang dilarang mengunjungi wilayahnya.

Ke-51 negara tersebut adalah Indonesia, Austria, Bahrain, Belanda, Belgia, Bulgaria, Ceko, Denmark, Djibouti, Eritrea, Estonia, Ethiopia, Filipina, Finlandia, Hongaria, India, Irak, Iran, Italia, Jerman, dan Kenya. Kemudian Korea Selatan, Kroasia, Kuwait, Latvia, Libanon, Lithuania, Luksemburg, Malta, Mesir, Oman, Pakistan, Prancis, Persatuan Emirat Arab, Polandia, Portugal, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Somalia, Spanyol, Sri Lanka, Sudan, Sudan Selatan, Suriah, Swedia, Swiss, China, Turki, dan Yunani.

Saudi juga melarang warganya melakukan perjalanan ke negara-negara tersebut. Larangan tersebut bersifat sementara. Larangan itu dikecualikan bagi jalur evakuasi, pelayaran, dan perdagangan. Selain itu, dikecualikan bagi alasan kemanusiaan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT